PPATK Catat Lonjakan Analisis Aliran Dana hingga Rp2.085 Triliun pada 2025

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana

Jakarta|EGINDO.co Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat peningkatan signifikan dalam nilai perputaran dana yang dianalisis sepanjang 2025. Total aliran dana yang masuk dalam pengawasan PPATK mencapai Rp2.085,48 triliun, melonjak sekitar 42,88 persen dibandingkan periode 2024 yang tercatat sebesar Rp1.459,65 triliun.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan, angka tersebut merupakan hasil dari 994 laporan analisis transaksi keuangan, 17 hasil pemeriksaan mendalam, serta 529 informasi yang telah disampaikan kepada aparat penegak hukum dan sejumlah kementerian/lembaga terkait.

“Terjadi peningkatan cukup tajam dalam nilai perputaran dana yang kami analisis. Ini menunjukkan intensitas transaksi keuangan berisiko yang semakin kompleks dan masif,” ujar Ivan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Selasa (3/2/2026).

Ivan menambahkan, peningkatan tersebut sejalan dengan semakin agresifnya upaya penelusuran transaksi mencurigakan, termasuk yang berpotensi terkait tindak pidana pencucian uang, kejahatan ekonomi, serta pendanaan aktivitas ilegal lainnya. PPATK juga terus memperkuat koordinasi lintas lembaga guna memastikan hasil analisis dapat segera ditindaklanjuti oleh penyidik.

Sejalan dengan laporan PPATK, Antara sebelumnya menyoroti bahwa tren digitalisasi sistem keuangan turut mempercepat perputaran dana lintas sektor, sekaligus meningkatkan tantangan pengawasan terhadap transaksi berisiko tinggi. Sementara itu, CNBC Indonesia mencatat bahwa penguatan fungsi intelijen keuangan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan arus modal.

PPATK menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas analisis dan pemeriksaan transaksi keuangan, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan kejahatan keuangan yang dapat merugikan perekonomian nasional. (Sn)

Scroll to Top