IHSG Tertekan Kebijakan MSCI, Anjlok Lebih dari 5 Persen di Sesi I

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mencatat penurunan tajam pada perdagangan sesi I hari Senin. Indeks terkoreksi 5,31 persen atau merosot 442,44 poin dan berhenti di level 7.887,16. Tekanan jual terutama datang dari saham-saham yang terdampak penyesuaian kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pelemahan pasar juga menyeret indeks saham unggulan LQ45 yang turun 3,98 persen ke posisi 800,37. Menurut Ekonom dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee, tekanan IHSG tidak merata, melainkan terkonsentrasi pada saham-saham tertentu yang berkaitan dengan kebijakan MSCI serta langkah percepatan reformasi integritas pasar yang tengah didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hans menilai di tengah koreksi tajam, sejumlah saham dengan fundamental kuat justru mulai dilirik dan dikoleksi pelaku pasar. Ia mengimbau investor ritel untuk tidak bereaksi berlebihan dan tetap selektif dengan berfokus pada kinerja fundamental emiten.

Dari sisi sektoral, seluruh indeks sektor mencatat pelemahan. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan penurunan terdalam mencapai 11,12 persen, disusul sektor barang konsumen nonprimer dan sektor energi yang masing-masing terkoreksi 7,95 persen dan 7,88 persen.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp18,94 triliun dan volume perdagangan 35,35 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 715 saham mengalami penurunan harga, 65 saham menguat, dan 33 saham stagnan.

Sejalan dengan pemberitaan CNBC Indonesia, tekanan pasar kali ini juga dipicu oleh aksi jual investor yang melakukan penyesuaian portofolio menyusul perubahan bobot saham dalam indeks global. Sementara itu, Harian Kontan menyoroti bahwa volatilitas pasar diperkirakan masih akan berlangsung dalam jangka pendek, namun peluang pemulihan tetap terbuka bagi saham berfundamental solid. (Sn)

Scroll to Top