Jakarta|EGINDO.co Pembangunan jalur kereta api Trans-Kalimantan diproyeksikan menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek strategis tersebut diperkirakan mampu mendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim hingga 1,64 persen, sekaligus mempercepat arus investasi dan menekan biaya logistik secara signifikan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengungkapkan bahwa hasil kajian Bank Indonesia menunjukkan pembangunan jaringan kereta api yang dirancang dalam horizon 25 tahun dan terintegrasi dengan wilayah Kalimantan lainnya berpotensi mengerek realisasi investasi hingga 7,91 persen. Efek pengganda proyek ini dinilai cukup besar, terutama dalam memperkuat konektivitas antardaerah dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.
Dari sisi sektoral, industri konstruksi diprediksi menjadi sektor yang paling diuntungkan dengan lonjakan output mencapai 7,03 persen. Kinerja positif tersebut kemudian diikuti oleh sektor industri mesin, barang tambang logam, serta sektor hilirisasi pertambangan dan perkebunan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kaltim.
“Pembangunan jalur kereta api akan memicu tarikan permintaan (demand pull) terhadap berbagai sektor hulu yang memasok kebutuhan proyek, seperti industri besi baja, barang galian non-logam, dan sektor pendukung lainnya,” ujar Jajang dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Senin (2/2/2026).
Sejalan dengan kajian Bank Indonesia, Kompas sebelumnya menyoroti bahwa penguatan infrastruktur transportasi massal di Kalimantan menjadi faktor krusial untuk menurunkan biaya logistik nasional yang selama ini relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah barat Indonesia. Infrastruktur kereta api dinilai mampu memperlancar distribusi komoditas unggulan, khususnya hasil tambang dan perkebunan.
Sementara itu, CNBC Indonesia juga mencatat bahwa percepatan pembangunan konektivitas di Kalimantan akan memperkuat daya tarik investasi jangka panjang, terutama pascarelokasi pusat pertumbuhan ekonomi ke kawasan timur Indonesia. Dengan dukungan transportasi berbasis rel, beban angkutan jalan raya dapat ditekan, sehingga efisiensi dan daya saing industri regional semakin meningkat.
Dengan berbagai proyeksi tersebut, pembangunan kereta api Trans-Kalimantan tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur semata, melainkan sebagai pengungkit transformasi ekonomi Kalimantan Timur menuju struktur ekonomi yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. (Sn)