Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan Senin (2/2/2026), dengan pelemahan tajam lebih dari 4%. Penurunan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketidakjelasan posisi Indonesia dalam indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Tekanan jual terjadi sejak awal sesi perdagangan dan semakin dalam hingga penutupan, mencerminkan sikap wait and see investor, khususnya investor institusi asing. Pasar masih menantikan penjelasan resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait isu yang berkembang mengenai evaluasi MSCI terhadap pasar modal domestik.
Sejumlah analis menilai, ketidakpastian tersebut memicu aksi pengurangan risiko (risk-off), terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi incaran investor global. Alhasil, arus dana asing tercatat keluar dari pasar saham dalam jumlah signifikan.
Dari sisi sektoral, tekanan paling besar dialami oleh sektor industri dasar dan sektor energi. Saham-saham emiten komoditas dan manufaktur terpantau melemah seiring kekhawatiran terhadap prospek permintaan global serta potensi perubahan alokasi portofolio investor asing jika terjadi penyesuaian status MSCI. Saham perbankan besar juga tidak luput dari tekanan, meski penurunannya relatif lebih terbatas.
Menurut laporan CNBC Indonesia, pelaku pasar global saat ini cenderung menghindari aset berisiko di negara berkembang yang dinilai memiliki faktor ketidakpastian struktural, termasuk dari sisi regulasi dan likuiditas pasar. Sementara itu, Reuters menyoroti bahwa perubahan atau sekadar spekulasi terkait indeks MSCI kerap memicu volatilitas tinggi karena indeks tersebut menjadi acuan utama banyak dana kelolaan global.
Meski demikian, sejumlah pelaku pasar menilai koreksi tajam ini berpotensi bersifat sementara, selama otoritas pasar modal mampu memberikan klarifikasi yang meyakinkan dan menjaga kepercayaan investor. BEI diharapkan segera menyampaikan pernyataan resmi guna meredam spekulasi dan mengembalikan stabilitas pasar.
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan berfluktuasi dalam jangka pendek, seiring investor mencermati perkembangan kebijakan, komunikasi regulator, serta arah aliran dana asing di pasar regional. (Sn)