Medan | EGINDO.com – Dulu dilanda banjir, kini kekeringan, para petani sawah di Sumatera Utara (Sumut) bingung. Ketika dilanda banjir pesawahan hancur dan kemudian dikelola kembali dan kini dilanda kemarau.
Hal itu terjadi Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara dimana kondisi areal persawahan warga yang terancam kekeringan. Para petani khawatir dengan kemarau yang ada akan berpotensi mengalami gagal panen tahun ini.
Menurut para petani setelah dilanda banjir saat musim penghujan pada 2025 lalu dan para petani mengalami kerugian dan kembali memulai bertani. Kini muncul kemarau yang membuat kembali menghadapi cobaan. Bila terjadi kemarau berkepanjangan maka pasokan air irigasi yang diharapkan mampu mengaliri persawahan tidak mencukupi kebutuhan tanaman padi.
Akibatnya kini menurut para petani di Kabupaten Serdang Bedagai, kondisi sawah sangat memprihatinkan. Menurut mereka ketika musim hujan atau banjir yang lalu sawah terendam banjir, kerugian ditanggung petani. Kini ketika kemarau juga mengalami hal yang sama. Kondisi sawah kini kekeringan, tanaman padi banyak yang terancam mati.
Menjewab pertanyaan EGINDO.com para petani di Tanjung Beringin mengatakan sumber air dari Daerah Irigasi (DI) Sei Barau, Kecamatan Dolok Masihul, tidak mampu memenuhi kebutuhan air persawahan di wilayah tersebut. Selain debit air yang minim, saluran irigasi juga tidak terisi penuh.
Para petani menduga kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan pintu klep yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sergai bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) II, sehingga aliran air menuju persawahan warga menjadi terhambat. Kini usia tanaman padi pada masa pertumbuhan tanaman padi yang sangat membutuhkan pasokan air.
Bila kondisi kekeringan terus menerus maka para petani khawatir tanaman padi akan mati dan menyebabkan gagal panen. Akibatnya, petani terancam gagal tanam dan kesulitan mengejar musim tanam berikutnya.@
Bs/timEGINDO.com