Jakarta|EGINDO.co Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya menyusul tekanan berat yang melanda pasar saham domestik dalam dua hari terakhir. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab manajemen atas gejolak yang terjadi di bursa.
Iman menyampaikan pengunduran dirinya secara langsung di hadapan awak media di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil meski pergerakan pasar pada pagi hari mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
“Sebagai pimpinan BEI, saya merasa perlu bertanggung jawab atas kondisi pasar yang terjadi dalam dua hari terakhir. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama,” ujar Iman.
Seiring pengumuman tersebut, BEI menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama guna memastikan operasional bursa tetap berjalan normal serta menjaga kepercayaan investor. Otoritas bursa menegaskan bahwa aktivitas perdagangan, sistem transaksi, dan pengawasan pasar tetap berjalan seperti biasa.
Pada perdagangan hari yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak menguat 0,91%, mencerminkan adanya respons positif jangka pendek dari pelaku pasar. Namun demikian, tekanan jual dari investor asing masih membayangi, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan komoditas.
Menurut catatan Bisnis Indonesia, aksi jual asing dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh sentimen global, termasuk kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga dan volatilitas pasar regional. Sementara itu, Kontan menilai pengunduran diri Dirut BEI berpotensi menjadi faktor psikologis penting yang dapat meredakan ketidakpastian di pasar dalam jangka pendek.
Analis pasar modal menilai stabilitas kepercayaan investor kini menjadi fokus utama BEI dan regulator. Konsistensi kebijakan, komunikasi yang jelas, serta langkah penguatan likuiditas akan menjadi penentu apakah IHSG mampu melanjutkan pemulihan atau kembali tertekan dalam waktu dekat. (Sn)