Jakarta|EGINDO.co Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting menyusul merebaknya kasus virus Nipah di India yang kini menjadi perhatian dunia.
Imbauan itu disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, pakar kesehatan masyarakat yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Kawasan Asia Tenggara pada periode 2018–2020. Menurut dia, penguatan surveilans kesehatan serta edukasi kepada masyarakat perlu segera dilakukan sebagai upaya pencegahan dini.
Selain itu, Prof. Tjandra menekankan pentingnya peran Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengingatkan rumah sakit dan laboratorium agar lebih waspada terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah. Setiap temuan kasus mencurigakan, kata dia, harus segera dilaporkan agar dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang awalnya menular dari hewan, seperti kelelawar dan babi, ke manusia. Dalam perkembangan tertentu, virus ini juga dapat menyebar antarmanusia, sebagaimana yang dilaporkan terjadi di India. Gejala awal infeksi umumnya menyerupai flu, namun dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat hingga peradangan otak yang berisiko fatal.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia, virus Nipah termasuk penyakit dengan tingkat kematian tinggi dan hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk pencegahannya. Sejumlah laporan media internasional, seperti Reuters, menyebutkan ratusan orang di India harus menjalani karantina dan pemantauan ketat akibat kontak erat dengan pasien terinfeksi. (Sn)