IHSG Tertekan di Sesi Siang, Sentimen Global dan Domestik Masih Membayangi

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan jeda siang hari ini. Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG terkoreksi 0,60% ke level 8.921,66, seiring dominasi tekanan jual di pasar saham domestik.

Pelemahan indeks dipicu oleh kinerja negatif mayoritas saham, di mana sebanyak 441 emiten tercatat melemah, sementara hanya sebagian kecil yang mampu menguat. Tekanan paling signifikan berasal dari sektor industri, bahan baku, serta properti, yang masing-masing mencatatkan penurunan tajam dan menjadi pemberat utama laju indeks.

Dari sisi aliran dana, investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar. Pada perdagangan sebelumnya, asing membukukan net sell mencapai Rp1,01 triliun, memperpanjang tren keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia.

Kondisi ini sejalan dengan sikap hati-hati investor global terhadap pasar negara berkembang, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan penyesuaian indeks global.

Pasar juga dibayangi oleh kekhawatiran terkait aturan baru free-float MSCI. Goldman Sachs memperkirakan penyesuaian metodologi tersebut berpotensi memicu arus keluar dana asing hingga USD 2,3 miliar dari pasar saham Indonesia.

Sejumlah analis menilai sentimen ini membuat investor cenderung menahan diri, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi konstituen utama indeks global.

Selain faktor eksternal, pelaku pasar turut mencermati perkembangan isu domestik, terutama terkait konsistensi independensi Bank Indonesia dalam menjaga kebijakan moneter. Ketidakpastian ini dinilai berpengaruh terhadap persepsi risiko dan kepercayaan investor, khususnya asing, terhadap stabilitas kebijakan ekonomi nasional.

Seperti dikutip dari Bloomberg, investor global saat ini lebih selektif terhadap negara berkembang yang dinilai memiliki risiko kebijakan tinggi. Sementara itu, CNBC Indonesia melaporkan bahwa pasar masih menunggu sinyal yang lebih jelas terkait arah kebijakan moneter dan koordinasi fiskal ke depan.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan. Saham-saham yang masuk daftar top gainers antara lain LAJU, GSMF, STAR, BOGA, dan ALKA.

Sebaliknya, tekanan jual paling besar terjadi pada RMKO, INTD, SSTM, AIMS, dan AMAN, yang masuk jajaran top losers pada perdagangan sesi pertama.

Untuk sesi perdagangan selanjutnya, analis memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Indeks diproyeksikan berada di kisaran 8.875–8.950, dengan peluang menutup perdagangan di zona merah apabila tekanan jual asing dan sentimen global belum mereda.

Pelaku pasar disarankan tetap mencermati perkembangan sentimen global, aliran dana asing, serta pernyataan resmi otoritas moneter yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar hingga penutupan perdagangan. (Sn)

Scroll to Top