Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan resiliensi pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026. Berdasarkan pembaruan terakhir Kurs Transaksi Bank Indonesia, mata uang Garuda kini bertengger di level Rp16.862,90 (Jual) dan Rp16.695,10 (Beli). Posisi ini mencerminkan upaya stabilisasi setelah sempat berada di ambang level psikologis Rp17.000 akibat tekanan ketidakpastian global di awal tahun.
Penguatan tipis ini sejalan dengan laporan Kompas.com yang menyebutkan bahwa rupiah mulai menjauhi zona merah seiring dengan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi. Hal ini memicu aksi jual pada dolar AS (sell-off) dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang untuk terapresiasi. Di sisi lain, Antara News menyoroti bahwa penguatan ini merupakan bentuk kepercayaan pasar terhadap langkah Bank Indonesia yang tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen. Keputusan tersebut dinilai krusial oleh para ekonom untuk menjaga diferensial imbal hasil yang menarik bagi investor asing dan menahan arus modal keluar (capital outflow) di tengah volatilitas pasar keuangan dunia.
Meskipun masih dibayangi risiko geopolitik, komitmen Bank Indonesia dalam mengoptimalkan instrumen moneter seperti SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) diyakini mampu menjaga rupiah tetap stabil. Para analis memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 sepanjang sisa pekan ini, sambil menanti sinyal lebih lanjut dari kebijakan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan lebih melunak pada semester pertama tahun ini. (Sn)