Taipei | EGINDO.co – Taiwan berharap akan ada lebih banyak investasi semikonduktor di Arizona untuk memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat, kata Presiden Lai Ching-te kepada seorang senator yang berkunjung dari negara bagian tersebut pada hari Jumat.
Presiden AS Donald Trump telah mendorong produsen semikonduktor utama, yang memiliki surplus perdagangan besar dengan Amerika Serikat, untuk berinvestasi lebih banyak di AS, khususnya dalam chip yang mendukung AI.
TSMC, pembuat chip kontrak terbesar di dunia dan produsen chip canggih yang mendukung revolusi kecerdasan buatan, berinvestasi sebesar $165 miliar di ibu kota Arizona, Phoenix, untuk membangun pabrik.
Bertemu dengan Senator Demokrat Ruben Gallego dari Arizona, Lai mengatakan investasi TSMC di negara bagian tersebut merupakan hasil nyata dari kerja sama antara industri Taiwan dan AS.
“Kami berharap akan ada lebih banyak fasilitas manufaktur, penelitian, dan pengembangan semikonduktor yang bermunculan di wilayah Phoenix Raya. Ini akan terus memperkuat hubungan Taiwan-AS,” tambahnya.
Minggu lalu, Taiwan dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk memangkas tarif AS atas ekspor pulau itu ke negara tersebut menjadi 15 persen dari 20 persen.
Perusahaan-perusahaan Taiwan juga akan menginvestasikan $250 miliar untuk meningkatkan produksi semikonduktor, energi, dan kecerdasan buatan di AS, sementara Taiwan juga akan menjamin tambahan $250 miliar dalam bentuk kredit untuk memfasilitasi investasi lebih lanjut.
Gallego adalah anggota parlemen atau pejabat AS pertama yang ditemui Lai secara langsung sejak kesepakatan itu tercapai.
“Jumlah investasi yang terjadi di Arizona saat ini dari perusahaan-perusahaan Taiwan, terutama TSMC, sangat mengesankan,” katanya kepada Lai.
“Kita menjadi contoh bagi negara bagian lain dan kita ingin terus melihat pertumbuhan itu.”
Amerika Serikat adalah pendukung internasional dan pemasok senjata terpenting bagi Taiwan yang diklaim oleh Tiongkok, meskipun tidak ada hubungan diplomatik formal.
Sumber : CNA/SL