IHSG Terkoreksi di Sesi Pagi, Mayoritas Saham Tertekan Sentimen Regional

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (23/1/2026), dengan gerak yang kurang bertenaga. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.45 WIB, indeks komposit terpantau melandai ke zona merah, mencatatkan penurunan sebesar 0,83 persen ke level 8.917,62.

Meskipun pasar modal Indonesia dibuka dengan optimisme pada beberapa hari sebelumnya, tekanan jual tampaknya mendominasi perdagangan pagi ini. Kondisi pasar saat ini mencerminkan sentimen yang cukup kontras dengan rincian sebagai berikut:

  • Saham Melemah: Sebanyak 487 saham terkoreksi, mendominasi pergerakan pasar.

  • Saham Menguat: Hanya 144 saham yang mampu bertahan dan mencatatkan pertumbuhan.

  • Saham Stagnan: Sebanyak 330 saham tidak mengalami perubahan harga yang signifikan.

Volume perdagangan tercatat cukup masif, mencapai 19 miliar lembar saham yang berpindah tangan. Total nilai transaksi yang dibukukan hingga menjelang tengah hari ini telah menembus angka Rp9,48 triliun.

Pergerakan IHSG yang cenderung melemah ini berbanding terbalik dengan tren di bursa saham Asia. Indeks MSCI Asia-Pasifik (di luar Jepang) justru menunjukkan penguatan sebesar 0,4 persen. Di saat yang sama, bursa Jepang melalui indeks Nikkei 225 juga merangkak naik tipis dengan apresiasi sebesar 0,2 persen.

Ketidaksinkronan antara indeks domestik dengan penguatan tipis di pasar regional ini mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) atau respons pasar terhadap rilis data ekonomi domestik yang sedang dicermati oleh para pelaku pasar.

Analisis Lanjutan: Tekanan pada ratusan saham pagi ini menunjukkan sikap kehati-hatian investor di tengah volatilitas pasar global. Para analis memprediksi IHSG akan mencoba mencari titik dukungan (support) baru di level 8.900 sepanjang sesi perdagangan hari ini. (Sn)

Scroll to Top