Menkeu Purbaya Prediksi Penyerapan Anggaran MBG 2026 Tidak Maksimal, Fokus Evaluasi Pos Inefisiensi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta|EGINDO.co Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberi sinyal bahwa alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 senilai Rp 335 triliun kemungkinan tidak akan terserap secara penuh. Menurutnya, proyeksi realistis penyerapan anggaran program ini berada di kisaran Rp 200 triliun. Evaluasi akan difokuskan pada pos-pos yang dinilai berpotensi inefisien, seperti pengadaan kendaraan bermotor yang sempat dialokasikan pada tahun sebelumnya namun belum terdistribusi sepenuhnya.

Realisasi program MBG pada 2025 menunjukkan penyerapan anggaran sebesar Rp 51,5 triliun dari pagu Rp 71 triliun, atau sekitar 72,5 persen. Program ini berhasil menjangkau 56,13 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta orang, dengan dukungan 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melibatkan 789.319 tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah menargetkan pembangunan total 33.000 SPPG, yang terdiri dari 27.000 unit di wilayah aglomerasi dan 8.558 unit di daerah terpencil, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini diambil untuk memastikan program MBG dapat menjangkau target 82,9 juta penerima. Dari total anggaran, Rp 268 triliun akan disalurkan melalui Badan Gizi Nasional (BGN), sementara sisanya sebesar Rp 67 triliun disiapkan sebagai dana cadangan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menambahkan bahwa pembangunan masif SPPG pada 2026 juga ditujukan untuk memperkuat kapasitas penyediaan makanan bergizi di seluruh daerah, termasuk wilayah-wilayah dengan akses terbatas, sehingga program MBG dapat berjalan secara optimal. (Sn)

 

Scroll to Top