Rupiah Melemah, BI Catat Dolar AS Tembus Rp17.065,90 pada 21 Januari 2026

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia (BI) mencatat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 21 Januari 2026. Berdasarkan data transaksi terakhir, dolar AS dijual di level Rp17.065,90 dan dibeli di Rp16.896,10.

Kurs ini menunjukkan bahwa rupiah masih berada di bawah tekanan seiring dinamika ekonomi global yang fluktuatif. Penguatan dolar AS di pasar internasional, terutama akibat ekspektasi kebijakan moneter agresif The Federal Reserve, menjadi salah satu faktor utama yang menekan nilai tukar mata uang domestik.

Selain itu, permintaan dolar untuk kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri turut memberi tekanan tambahan terhadap rupiah. Situasi ini diperparah oleh arus modal asing yang masih bergejolak, sehingga membuat pergerakan rupiah cenderung volatil dalam jangka pendek.

Meski demikian, Bank Indonesia memastikan langkah-langkah stabilisasi tetap dilakukan untuk menjaga nilai tukar rupiah. Instrumen kebijakan moneter, intervensi di pasar valuta asing, serta pengelolaan likuiditas domestik menjadi kunci dalam menahan tekanan eksternal dan menjaga stabilitas ekonomi.

Para pelaku pasar kini mencermati sejumlah indikator ekonomi, seperti inflasi domestik, neraca perdagangan, dan keputusan suku bunga global, sebagai acuan proyeksi pergerakan rupiah ke depan. BI menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (Sn)

Scroll to Top