Jakarta|EGINDO.co Kebijakan pengetatan impor skrap logam menyusul temuan kontaminasi radioaktif Cesium-137 di kawasan Cikande, Banten, hampir memicu gangguan serius pada sektor industri logam nasional. Sedikitnya 77 perusahaan pengecoran dan tempa logam dilaporkan berada dalam posisi rawan akibat tersendatnya pasokan bahan baku.
Ketua Harian Asosiasi Industri Pengecoran Logam dan Tempa Indonesia (Aplindo), Rudy Ramadhan, menyatakan bahwa larangan sementara impor skrap sempat menekan aktivitas produksi industri, mengingat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap bahan baku impor yang belum sepenuhnya dapat digantikan oleh pasokan dalam negeri.
Meski demikian, situasi tersebut mulai menunjukkan titik terang. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah kembali menerbitkan rekomendasi impor skrap logam setelah melalui koordinasi lintas kementerian dan proses evaluasi yang lebih ketat.
“Sejak awal pekan ini, rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup sudah mulai diterbitkan. Ini merupakan hasil kerja Satuan Tugas di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan,” ujar Rudy pada Selasa (20/1/2026).
Ia menilai keputusan tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan operasional industri logam nasional yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor hilir, mulai dari otomotif, konstruksi, hingga pengembangan infrastruktur. Tanpa kepastian pasokan bahan baku, industri berisiko menurunkan kapasitas produksi dan menghadapi tekanan ketenagakerjaan.
Rudy menambahkan, pelaku usaha pada prinsipnya mendukung penguatan pengawasan impor skrap logam, khususnya terkait aspek keselamatan lingkungan dan kesehatan publik. Namun, ia menekankan pentingnya kebijakan yang seimbang agar upaya mitigasi risiko tidak berujung pada terhambatnya roda industri.
Dengan kembali dibukanya akses rekomendasi impor, pelaku industri berharap stabilitas rantai pasok dapat segera pulih, sehingga kinerja sektor logam nasional tetap terjaga di tengah dinamika kebijakan dan tantangan ekonomi global. (Sn)