Jakarta|EGINDO.co Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mendekati Rp18 triliun hingga 20 Januari 2026. Dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional program yang kini menjangkau puluhan juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa hingga 16 Januari 2026, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp17,398 triliun. Angka tersebut terus bertambah seiring intensitas penyaluran program, sehingga pada Selasa pagi (20/1/2026) nilainya hampir menyentuh Rp18 triliun.
“Per 16 Januari realisasi anggaran mencapai Rp17,398 triliun. Hingga pagi ini, nilainya sudah mendekati Rp18 triliun,” ujar Dadan saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta.
Selain dari sisi anggaran, cakupan penerima manfaat program MBG juga menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga saat ini, jumlah penerima telah mencapai 58,3 juta orang. Untuk menjaga keberlangsungan distribusi, dana operasional harian yang dikeluarkan BGN tercatat sebesar Rp855 miliar per 19 Januari 2026.
Dukungan infrastruktur program turut diperkuat melalui keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pada periode yang sama, jumlah dapur SPPG yang aktif telah mencapai 21.102 unit, menjadi tulang punggung pelaksanaan program MBG di lapangan.
Pemerintah menilai program makan bergizi gratis sebagai salah satu instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah melalui pengadaan bahan pangan dan penyerapan tenaga kerja lokal. (Sn)