Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa berlokasi pada koordinat 7,41 Lintang Selatan dan 128,49 Bujur Timur, dengan kedalaman 180 kilometer. Dengan karakteristik tersebut, gempa dikategorikan sebagai gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di wilayah tersebut.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kendati demikian, getaran gempa dilaporkan dapat dirasakan di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa dengan skala intensitas ringan hingga sedang.
“Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami,” demikian pernyataan resmi BMKG dalam keterangan tertulisnya.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG juga menyatakan belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan yang signifikan pascagempa utama.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta untuk terus memantau informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui kanal komunikasi resmi.
Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, Indonesia memang rawan terhadap aktivitas gempa bumi. Oleh karena itu, BMKG mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat serta pemahaman terhadap langkah-langkah mitigasi bencana guna meminimalkan risiko apabila gempa kembali terjadi. (Sn)