Medan | EGINDO.com – Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menggelar Kuliah Tamu Internasional dan penandatanganan MoU dengan Hyejeon University. Kuliah Tamu Internasional diselenggarakan dengan tema ”Global Nurse, Global Impact: Nursing in Face of Future Health Challenges” pada Selasa (13/01/2026) di Ign. Washington Purba Hall kampus USM-Indonesia Medan Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Selain Kuliah Tamu Internasional, ”Global Nurse, Global Impact: Nursing in Face of Future Health Challenges” juga dilaksanakan penandatanganan MoU dengan Hyejeon University dengan dihadiri Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan Dr. Parlindungan Purba, S.H, M.M; Ketua Senat USM-Indonesia Asima Sirait, M.Kes; Wakil Rektor I USM-Indonesia Ns. Janno Sinaga, M.Kep.,Sp.KMB; Wakil Rektor IV Rinawati Sembiring, M.Kes.,Ph.D; Dekan, Kaprodi, Dosen dan mahasiswa USM-Indonesia.
Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama internasional yang dilakukan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan daya saing lulusan.
“Melalui kolaborasi dengan Hyejeon University, kami berharap USM-Indonesia dapat terus mengembangkan kualitas pendidikan, khususnya di bidang keperawatan, agar mampu menjawab tantangan kesehatan global yang semakin kompleks,” katanya.
Turut hadir tim dari Hyejeon University Ms. Lee Hye Sook (President of Hyejeon University), Mr. Nam Myung-woo (Director of Planning), Mr. Jeong Yoo song (Director of the Office of International Affairs), Mr. Jung Yoo-sung (Head of the Planning Team), Ms. Noh Hye-mi (CEO of K-EDUTECH), Ms. Kim Sun-mi (Executive Director of K-EDUTECH), Pastor Cheon Tae-hyuk (Interpreter), Mr. Cheon Ye-rang, Researcher (Interpreter and Photography).
Menurut Parlindungan Purba bahwa kegiatan akademik merupakan bagian dari upaya USM-Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional serta meningkatkan wawasan global, khususnya dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.
“Melalui kuliah tamu ini diharapkan mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh perspektif global terkait peran perawat dalam sistem kesehatan dunia dimana kini tantangan kesehatan pada masa depan semakin global,” katanya menandaskan.@
Fd/timEGINDO.com