Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempabumi tektonik yang mengguncang wilayah Laut Halmahera, Maluku Utara, pada Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan hasil analisis awal yang disampaikan BMKG pada Kamis (15/1/2026), kekuatan gempabumi tercatat magnitudo 5,0.
BMKG menjelaskan, pusat gempabumi berada pada koordinat 1,94 derajat lintang utara dan 127,26 derajat bujur timur, atau sekitar 69 kilometer barat daya Pulau Doi. Kedalaman hiposenter tercatat sekitar 100 kilometer, sehingga peristiwa ini dikategorikan sebagai gempabumi menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Maluku.
Dari hasil analisis mekanisme sumber yang dilakukan BMKG pada Kamis dini hari (15/1/2026), gempabumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust dan tergolong sebagai gempabumi intra-slab. Jenis gempabumi ini terjadi akibat dinamika struktur lempeng di bagian dalam, bukan di zona pertemuan antarlempeng.
Berdasarkan peta tingkat guncangan yang dirilis pada hari yang sama, getaran dirasakan lemah di sejumlah wilayah. Di Ibu, Maluku Utara, guncangan tercatat dengan intensitas II MMI, sedangkan di Jailolo dirasakan lebih ringan dengan intensitas I MMI. Hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat laporan kerusakan yang diakibatkan oleh kejadian tersebut.
BMKG memastikan, hasil pemodelan yang dilakukan pada Kamis (15/1/2026) menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Selain itu, hingga pukul 01.28 WIB pada hari yang sama, belum terpantau adanya aktivitas gempabumi susulan.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG. (Sn)