Jakarta|EGINDO.co Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan target penyelesaian pembongkaran 109 tiang monorel di kawasan Kuningan dalam waktu delapan bulan, dengan total anggaran sebesar Rp254 juta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penataan ulang ruang kota sekaligus optimalisasi infrastruktur perkotaan yang selama bertahun-tahun terbengkalai.
Target tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyaksikan proses pembongkaran perdana tiang monorel, Rabu (14 Januari 2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, serta jajaran pejabat terkait dari lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Pramono, pembongkaran tiang monorel yang mangkrak ini bukan sekadar persoalan estetika kota, melainkan bagian dari kebijakan penataan aset dan efisiensi ruang publik. Infrastruktur yang tidak lagi memiliki fungsi ekonomi dinilai justru menimbulkan beban visual, keselamatan, serta menghambat optimalisasi kawasan bisnis dan perkantoran di sekitarnya.
Dari sisi fiskal, alokasi anggaran sebesar Rp254 juta dinilai relatif efisien jika dibandingkan dengan potensi manfaat jangka panjang yang dihasilkan. Pembongkaran tersebut diharapkan dapat membuka ruang baru bagi pengembangan kawasan, memperbaiki kelancaran lalu lintas, serta meningkatkan nilai ekonomi lingkungan sekitar, khususnya di salah satu pusat aktivitas bisnis Jakarta.
Kehadiran Sutiyoso dalam kegiatan tersebut juga memiliki makna simbolik, mengingat proyek monorel merupakan bagian dari sejarah panjang pembangunan transportasi massal di Jakarta. Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa pembongkaran ini bukan bentuk penghapusan visi transportasi publik, melainkan langkah realistis untuk menutup bab proyek yang tidak berlanjut dan mengalihkan fokus pada sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Ke depan, Pemprov Jakarta menargetkan agar proses pembongkaran berjalan sesuai jadwal tanpa mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Dengan penataan ulang kawasan Kuningan, pemerintah berharap tercipta ruang kota yang lebih tertib, produktif, dan mendukung iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi ibu kota. (Sn)