Jakarta|EGINDO.co Prakiraan cuaca pada Rabu, 14 Januari, menunjukkan sebagian besar wilayah Provinsi DKI Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari hujan ringan hingga hujan disertai petir. Kondisi ini diperkirakan akan memengaruhi mobilitas masyarakat serta kelancaran aktivitas ekonomi, khususnya di sektor transportasi, perdagangan, dan jasa.
Di wilayah Administrasi Kepulauan Seribu, cuaca diprakirakan hujan ringan dengan suhu berkisar 26–27 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 78–85 persen. Kondisi ini relatif stabil, namun tetap berpotensi memengaruhi aktivitas wisata bahari dan transportasi laut.
Sementara itu, Kota Jakarta Pusat diperkirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 24–28 derajat Celsius dan kelembapan 75–88 persen. Cuaca serupa juga diprakirakan terjadi di Jakarta Utara, dengan suhu 25–28 derajat Celsius dan kelembapan 76–88 persen. Hujan ringan di kedua wilayah tersebut berpotensi memperlambat arus lalu lintas serta aktivitas perkantoran dan perdagangan harian.
Untuk Jakarta Barat, intensitas hujan diprakirakan meningkat menjadi hujan sedang, dengan suhu 24–28 derajat Celsius dan kelembapan relatif tinggi di kisaran 76–90 persen. Kondisi ini berisiko menimbulkan genangan di sejumlah titik rawan, yang dapat berdampak pada distribusi logistik dan aktivitas sektor ritel.
Adapun wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diprakirakan mengalami hujan disertai petir, dengan suhu udara 24–28 derajat Celsius serta kelembapan 74–86 persen. Cuaca ekstrem ini berpotensi mengganggu mobilitas pekerja, aktivitas konstruksi, serta operasional transportasi umum, terutama pada jam-jam sibuk.
Secara keseluruhan, dominasi hujan di wilayah DKI Jakarta berpotensi menekan produktivitas harian dan meningkatkan biaya operasional dunia usaha, khususnya pada sektor yang bergantung pada kelancaran mobilitas dan aktivitas luar ruang. Namun di sisi lain, kondisi ini turut mendorong permintaan pada sektor tertentu, seperti layanan transportasi daring, kebutuhan perlindungan cuaca, serta konsumsi dalam ruangan.
Pemerintah daerah dan pelaku usaha diimbau untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca dengan menjaga kesiapan infrastruktur, pengelolaan drainase, serta penyesuaian operasional guna memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan optimal di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. (Sn)