Jakarta|EGINDO.co Pemerintah mulai mengakselerasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dengan memulai konstruksi di 104 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Proyek strategis di sektor pendidikan ini didukung alokasi anggaran sebesar Rp26,24 triliun, sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pemerataan akses pendidikan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa dimulainya Tahap II ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan Sekolah Rakyat Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026. Momentum tersebut menandai transisi pemerintah dari tahap perencanaan menuju eksekusi fisik secara masif.
“Kita langsung melangkah ke pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. Seluruh proyek ditargetkan rampung pada Juni 2026 sehingga dapat dimanfaatkan pada awal tahun ajaran baru,” ujar Dody dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (13/1/2026).
Dari perspektif ekonomi, proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai investasi jangka panjang di bidang pendidikan, tetapi juga berpotensi memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah. Aktivitas konstruksi skala nasional diperkirakan akan mendorong penyerapan tenaga kerja, meningkatkan permintaan bahan bangunan, serta menggerakkan sektor jasa pendukung di sekitar lokasi proyek.
Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pendidikan. Ketersediaan sarana pendidikan yang memadai di berbagai daerah diharapkan mampu menekan kesenjangan akses belajar sekaligus mendukung peningkatan produktivitas tenaga kerja dalam jangka menengah hingga panjang.
Pemerintah memastikan pelaksanaan proyek akan dilakukan dengan prinsip efisiensi anggaran, ketepatan waktu, dan kualitas bangunan, mengingat fasilitas pendidikan tersebut akan menjadi aset publik strategis. Dengan target penyelesaian pada pertengahan 2026, Sekolah Rakyat Tahap II diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung transformasi ekonomi berbasis sumber daya manusia. (Sn)