Pelemahan Daya Beli Bayangi Ketahanan Ekonomi RI di Pengujung 2025

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi tantangan menjelang akhir 2025 seiring melemahnya daya beli masyarakat. Tekanan inflasi yang masih terasa, ditambah ketidakpastian pendapatan rumah tangga, mulai menggerus kemampuan konsumsi, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, indikator konsumsi belum sepenuhnya menunjukkan kontraksi. Survei Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa penjualan eceran tetap tumbuh sebesar 1,5 persen secara bulanan (month to month/MtM) pada November 2025, atau menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang tercatat 0,6 persen MtM.

Kinerja penjualan ritel yang masih mencatatkan pertumbuhan mengindikasikan adanya dorongan musiman, terutama dari peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun. Namun, laju pertumbuhan tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan penguatan fundamental daya beli, melainkan lebih dipengaruhi oleh pola konsumsi temporer.

Tekanan inflasi yang menggerus pendapatan riil rumah tangga menjadi faktor utama yang menahan ekspansi konsumsi. Di saat yang sama, ketidakpastian ekonomi global dan domestik turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap stabilitas pendapatan ke depan, mendorong sikap konsumsi yang lebih berhati-hati.

Dari perspektif makroekonomi, kondisi ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi resiliensi ekonomi Indonesia. Konsumsi rumah tangga yang melemah berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi, mengingat kontribusinya yang dominan terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ke depan, penguatan daya beli masyarakat akan sangat bergantung pada efektivitas kebijakan pengendalian inflasi, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta keberlanjutan penciptaan lapangan kerja dan pendapatan. Tanpa perbaikan yang signifikan pada faktor-faktor tersebut, pertumbuhan konsumsi dikhawatirkan hanya bersifat sementara dan belum cukup kuat menopang ketahanan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (Sn)

Scroll to Top