Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan di pasar domestik terpantau relatif stabil pada Selasa, 13 Januari 2026. Berdasarkan pembaruan harga yang dilakukan pada pukul 08.30 WIB, emas masih mempertahankan posisinya sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan.
Untuk emas batangan reguler, harga dasar emas ukuran 1 gram dipatok sebesar Rp2.652.000, dengan harga jual setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25 persen menjadi Rp2.658.630. Sementara emas ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.376.000, atau Rp1.379.440 setelah pajak.
Harga emas dengan ukuran lebih besar juga bergerak sejalan. Emas 10 gram tercatat di level Rp26.015.000, dengan harga jual termasuk pajak mencapai Rp26.080.038. Adapun emas 100 gram dipasarkan dengan harga dasar Rp259.412.000, atau Rp260.060.530 setelah pajak. Untuk ukuran terbesar, yakni 1.000 gram (1 kilogram), harga emas mencapai Rp2.592.600.000, dan Rp2.599.081.500 setelah pajak.
Selain produk reguler, emas batangan edisi khusus masih dijual dengan harga lebih tinggi seiring nilai tambah dari sisi desain dan eksklusivitas. Gift Series ukuran 0,5 gram dipatok Rp1.446.000, sementara ukuran 1 gram mencapai Rp2.802.000, dengan harga jual masing-masing Rp1.449.615 dan Rp2.809.005 setelah pajak.
Sementara itu, Emas Batangan Selamat Idul Fitri ukuran 5 gram dibanderol Rp13.870.000, atau Rp13.904.675 setelah pajak. Untuk Emas Batangan Imlek, harga emas ukuran 8 gram tercatat Rp22.070.800, sedangkan ukuran 88 gram mencapai Rp240.073.600, dengan harga jual setelah pajak masing-masing Rp22.125.977 dan Rp240.673.784.
Sentimen Pasar dan Prospek
Stabilnya harga emas domestik sejalan dengan pergerakan harga emas global yang cenderung berhati-hati. Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga global, terutama dari bank sentral Amerika Serikat, serta perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi pasar komoditas.
Di sisi domestik, nilai tukar rupiah yang relatif terjaga turut menahan fluktuasi harga emas di dalam negeri. Kondisi ini membuat emas tetap menarik bagi investor sebagai instrumen diversifikasi portofolio, khususnya untuk tujuan lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik. Investor disarankan untuk mencermati perkembangan pasar secara berkala serta menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing. (Sn)