Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat yang diperkirakan melanda berbagai wilayah Indonesia selama periode 12–14 Januari 2026. Masyarakat di sejumlah daerah, khususnya di kawasan Sumatra hingga Papua, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui unggahan resmi di akun Instagram pada Senin (12/1/2026). Dalam keterangannya, BMKG merinci wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat, disertai klasifikasi tingkat peringatan berdasarkan intensitas dan risiko cuaca ekstrem.
BMKG menjelaskan, curah hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu berbagai dampak turunan, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, serta genangan di wilayah perkotaan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, serta sektor-sektor ekonomi yang bergantung pada kelancaran distribusi dan mobilitas.
Seiring dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi, termasuk aplikasi dan laman InfoBMKG. Informasi ini diperbarui secara berkala untuk memberikan gambaran terkini mengenai kondisi atmosfer dan potensi risiko di masing-masing wilayah.
Selain itu, BMKG juga mendorong partisipasi publik dalam pelaporan kejadian bencana melalui platform PetaBencana.id. Laporan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat respons dan koordinasi penanganan di lapangan, khususnya di daerah yang rawan terdampak hujan lebat dan bencana ikutan.
Dengan meningkatnya dinamika cuaca pada periode ini, BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bersama, baik oleh pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat umum, guna meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. (Sn)