Kebakaran Hutan di Australia Diperkirakan Tak Terkendali Selama Berminggu-minggu

Kebakaran hutan di Australia tak terkendali
Kebakaran hutan di Australia tak terkendali

Sydney | EGINDO.co – Pihak berwenang Australia mengatakan pada hari Minggu (11 Januari) bahwa petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mengatasi kebakaran hutan di wilayah tenggara negara itu yang telah menghancurkan rumah-rumah, memutus aliran listrik ke ribuan rumah, dan membakar sebagian besar lahan semak.

Kebakaran telah menghanguskan lebih dari 300.000 hektar lahan semak di negara bagian Victoria sejak pertengahan minggu, menghancurkan lebih dari 130 properti, termasuk rumah-rumah, dan menyebabkan ribuan orang tanpa aliran listrik.

Ada lebih dari 30 kebakaran yang terjadi di Victoria pada Minggu pagi, kata Perdana Menteri Jacinta Allan. Di negara bagian New South Wales yang bertetangga, beberapa kebakaran di dekat perbatasan Victoria berada pada tingkat darurat, peringkat bahaya tertinggi, kata Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan negara bagian tersebut.

Pihak berwenang mengatakan kebakaran ini adalah yang terburuk yang melanda wilayah tenggara sejak kebakaran Black Summer tahun 2019-2020 yang menghancurkan area seluas Turki dan menewaskan 33 orang.

Kepala Petugas Pemadam Kebakaran Manajemen Kebakaran Hutan Victoria, Chris Hardman, mengatakan kemungkinan akan membutuhkan waktu berminggu-minggu bagi petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan kebakaran tersebut.

“Kebakaran ini tidak akan terkendali sebelum cuaca kembali panas, kering, dan berangin,” kata Hardman kepada televisi Australian Broadcasting Corporation.

Allan mengatakan di platform media sosial X bahwa larangan total kebakaran diberlakukan di Victoria karena ribuan petugas pemadam kebakaran dan lebih dari 70 pesawat berjuang memadamkan api.

“Asap kebakaran hutan berdampak pada kualitas udara di banyak daerah di seluruh Victoria, termasuk wilayah metropolitan Melbourne,” tambahnya.

Salah satu kebakaran terbesar, di dekat kota Longwood, sekitar 112 km di utara Melbourne, telah menghanguskan 130.000 hektar lahan semak belukar, menghancurkan 30 bangunan, kebun anggur, dan lahan pertanian.

“Saya turut berduka cita kepada warga Australia di komunitas regional ini pada masa yang sangat sulit ini,” kata Perdana Menteri Anthony Albanese dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Sabtu.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top