Jakarta | EGINDO.com – Prediksi prospek saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) ditahun 2026 dinilai semakin solid. Hal itu dinilai oleh sejumlah analis yang menyebut tahun 2026 akan menjadi titik penting bagi INKP dalam nilai saham.
Prediksi para analis itu setelah adanya ekspansi pabrik barunya di Karawang yang dikabarkan akan mulai beroperasi penuh. Untuk itu bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun pertama Tahap I ekspansi Karawang berkontribusi secara maksimal.
Adapun Pabrik beroperasi dengan kapasitas 2,4 juta ton per tahun diperkirakan beroperasi dengan utilisasi 50%–60% pada awal tahun, dan bisa meningkat hingga 90% pada akhir tahun 2026. Ekspansi itu dinilai transformasional karena mengalihkan porsi pendapatan INKP dari bisnis pulp dan kertas budaya ke segmen kertas industri yang lebih stabil dan bertumbuh.
Diperkirakan volume dari pabrik baru itu akan menjadi pendorong pertumbuhan terbesar. INKP juga memiliki posisi biaya produksi paling rendah di industri, sehingga daya saingnya semakin kuat. Adanya utilisasi yang agresif, pabrik Karawang akan menjadi motor utama pendapatan INKP pada tahun 2026.
Beroperasinya pabrik barunya di Karawang memperkirakan pendapatan konsolidasi perusahaan akan mencapai US$ 3,787 miliar, dengan laba bersih menembus US$ 697 juta dan margin EBITDA di kisaran 30%. Kenaikan volume produksi tersebut diproyeksikan mendorong pertumbuhan laba per saham (EPS) sekitar 8% secara tahunan. Pemulihan harga pulp BHKP ke sekitar US$ 530 dolar per ton turut memperkuat prospek kinerja INKP.
Permintaan dari Tiongkok yang kembali pulih dan berkurangnya stok global membuat pasar pulp lebih bergairah. Namun, pergeseran fokus bisnis INKP ke kertas industri membuat perusahaan semakin terlindungi dari volatilitas harga pulp.
Kemudian dari sisi valuasi, saham INKP dinilai masih sangat menarik. Saat ini, saham INKP diperdagangkan pada price to earnings ratio sekitar 8,8 kali, jauh di bawah rata-rata emiten pulp dan kertas global yang berada di level 13,4 kali. Sedangkan katalis utama penguatan saham INKP tahun 2026 adalah realisasi kinerja pabrik Karawang. Monetisasi kapasitas baru serta stabilitas margin akan sangat menentukan sentimen pasar.
Selain itu, pengetatan pasokan pulp global juga berpotensi menguntungkan INKP, terutama jika terjadi supply-side shock dari penutupan pabrik berbiaya tinggi. Namun, eksekusi tetap perlu diwaspadai. Keterlambatan ramp-up atau pembengkakan biaya dapat mengganggu proyeksi laba. Risiko lain muncul jika harga pulp BHKP turun di bawah US$ 490 dolar per ton, yang bisa memicu surplus produksi di Tiongkok dan menekan pasar.@
Bs/fd/timEGINDO.com