Pemprov DKI Alokasikan Rp100 Miliar untuk Bongkar 98 Tiang Monorel di Rasuna Said

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap melakukan pembongkaran terhadap 98 tiang monorel yang terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Proyek yang sempat mangkrak tersebut akan ditertibkan dengan anggaran sekitar Rp100 miliar dan dijadwalkan mulai dikerjakan pada pekan depan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pembongkaran merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Gubernur DKI Jakarta untuk mempercepat penataan infrastruktur kota. Menurut rencana, proses pembongkaran akan dimulai pada Rabu pekan depan, sepanjang tidak ada perubahan jadwal.

“Insyaallah minggu depan, kemungkinan hari Rabu, kegiatan pembongkaran sudah bisa dimulai. Kami siap melaksanakan karena seluruh aspek regulasi dan perizinan telah dipenuhi,” ujar Heru saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Heru menjelaskan, keberadaan tiang monorel yang telah berdiri selama bertahun-tahun tanpa fungsi dinilai mengganggu estetika kota, arus lalu lintas, serta keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, pembongkaran dipandang sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi ruang jalan sekaligus mendukung efisiensi tata kota.

Dari sisi ekonomi, proyek pembongkaran ini diharapkan dapat memberikan efek berganda, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga perbaikan kualitas infrastruktur perkotaan. Selain itu, penertiban aset mangkrak juga dinilai penting untuk mengurangi beban pemeliharaan jangka panjang yang tidak produktif terhadap anggaran daerah.

Pemprov DKI Jakarta memastikan proses pembongkaran akan dilakukan secara bertahap dan terukur agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas di kawasan bisnis Rasuna Said yang dikenal padat. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memastikan keselamatan dan kelancaran selama proses berlangsung.

Langkah ini menandai komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menuntaskan persoalan proyek-proyek infrastruktur lama sekaligus mendorong penataan kota yang lebih efisien, fungsional, dan berdaya saing secara ekonomi. (Sn)

Scroll to Top