Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, dengan kecenderungan positif. Pada awal sesi, IHSG bergerak naik ke level 8.959,07, menandai optimisme pelaku pasar yang kembali menguat seiring sentimen eksternal dan domestik yang kondusif.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pada posisi 8.959,09 dan terus bertahan di zona hijau. Hingga pukul 09.05 WIB, indeks tercatat menguat 0,28 persen, kian mendekati level psikologis 9.000 yang menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Saham Unggulan Jadi Penggerak
Penguatan IHSG ditopang oleh performa positif sejumlah saham, terutama dari sektor komoditas dan keuangan. Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) tampil menonjol seiring dengan kenaikan harga komoditas global, khususnya energi dan batu bara.
Di sektor perbankan, saham PT Superbank Indonesia Tbk. (SUPA) juga mencatatkan penguatan signifikan, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap saham-saham finansial yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah.
Sentimen Global Turut Mendukung
Dari eksternal, penguatan IHSG turut dipengaruhi oleh kinerja positif bursa saham Amerika Serikat yang ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Optimisme pasar global didorong oleh ekspektasi stabilitas kebijakan moneter serta penguatan harga komoditas yang menjadi katalis bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kenaikan harga komoditas memberikan sentimen tambahan bagi emiten berbasis sumber daya alam, yang selama ini menjadi kontributor penting terhadap pergerakan indeks domestik.
Prospek Perdagangan Hari Ini
Dengan kombinasi sentimen global yang positif dan penguatan saham-saham unggulan, pergerakan IHSG pada sesi awal perdagangan mencerminkan kehati-hatian optimistis pelaku pasar. Meski demikian, investor tetap mencermati dinamika global dan arah aliran dana asing yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasar dalam jangka pendek.
Apabila momentum ini berlanjut, IHSG berpeluang menguji level psikologis 9.000, meski tetap dibayangi potensi aksi ambil untung setelah reli dalam beberapa waktu terakhir. (Sn)