Jakarta|EGINDO.co Pemerintah tengah mengkaji rencana pemberian insentif sektor otomotif pada 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pemulihan dan pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor di dalam negeri. Pembahasan tersebut akan melibatkan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian, dengan fokus pada aspek teknologi, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), serta pengendalian emisi.
Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan diskusi lanjutan dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait usulan insentif otomotif yang sebelumnya telah disiapkan. Namun hingga saat ini, Kementerian Keuangan belum menerima secara resmi proposal tersebut.
“Belum, nanti kan saya akan diskusi sama mereka dulu, tetapi belum saya bahas internalnya,” ujar Purbaya kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, pembahasan insentif otomotif tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penjualan kendaraan semata, tetapi juga untuk memastikan kebijakan yang diambil sejalan dengan transformasi industri otomotif nasional. Pemerintah ingin mendorong adopsi teknologi yang lebih maju, memperkuat struktur industri berbasis komponen lokal, serta mendukung agenda penurunan emisi karbon.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian telah menyatakan kesiapan mengusulkan berbagai skema insentif, termasuk yang berkaitan dengan kendaraan rendah emisi dan elektrifikasi. Insentif tersebut dinilai penting untuk menjaga daya saing industri otomotif nasional di tengah perlambatan permintaan global dan ketatnya persaingan regional.
Sektor otomotif sendiri masih menjadi salah satu penopang utama industri manufaktur nasional, baik dari sisi kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, maupun penerimaan negara. Oleh karena itu, pemerintah menilai kebijakan insentif harus dirumuskan secara cermat agar memberikan dampak ekonomi yang optimal sekaligus berkelanjutan.
Hasil pembahasan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan bentuk dan skema insentif otomotif yang akan diterapkan pada 2026. (Sn)