Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan tahun 2026 dengan pergerakan positif. Pada awal sesi perdagangan, IHSG tercatat menguat 0,45 persen ke level 8.685,42, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik di awal tahun.
Penguatan indeks didorong oleh kinerja sejumlah saham berkapitalisasi besar yang bergerak di zona hijau. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi kontributor utama penguatan IHSG, seiring meningkatnya minat beli investor pada saham-saham unggulan.
Dari sisi teknikal, Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih berpeluang melanjutkan tren penguatan. Indikator teknikal menunjukkan sinyal potensi pembalikan arah ke tren naik (bullish reversal), dengan level support berada di kisaran 8.550 dan resistance di area 8.725.
Sentimen positif juga ditopang oleh ekspektasi membaiknya sejumlah indikator makroekonomi domestik. Investor tengah mencermati rilis S&P Global Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia yang diperkirakan tetap berada di zona ekspansif, serta data neraca perdagangan yang diproyeksikan kembali mencatatkan surplus.
Selain itu, tekanan inflasi domestik diperkirakan mulai mereda, memberikan ruang bagi stabilitas daya beli dan mendukung iklim investasi. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut dinilai menjadi katalis penting bagi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Ke depan, pelaku pasar akan tetap mencermati perkembangan data ekonomi, arah kebijakan moneter, serta dinamika pasar global sebagai faktor penentu lanjutan pergerakan IHSG di awal tahun 2026. (Sn)