IHSG Dibuka Melemah pada Perdagangan Terakhir 2025, Saham Emas dan Perbankan Tertekan

ilustrasi ihsg
ilustrasi ihsg

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan terakhir tahun 2025 dengan pergerakan negatif. Pada pembukaan perdagangan Selasa, 30 Desember 2025, IHSG tercatat melemah ke level 8.627,40, seiring tekanan jual yang terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Pelemahan indeks terutama dipicu oleh penurunan harga saham pada sektor emas dan perbankan, yang selama ini menjadi penopang utama pergerakan pasar. Saham emiten emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tercatat bergerak di zona merah pada awal sesi perdagangan.

Tekanan serupa juga terlihat pada sektor perbankan, khususnya saham-saham bank besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut mengalami koreksi, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap pelemahan IHSG secara keseluruhan.

Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menjelang penutupan tahun, dengan sebagian investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan indeks dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, minimnya sentimen baru serta penyesuaian portofolio akhir tahun turut membatasi ruang gerak IHSG.

Meski dibuka melemah, pelaku pasar masih mencermati perkembangan global dan domestik, termasuk pergerakan pasar saham regional, dinamika nilai tukar, serta prospek kebijakan ekonomi ke depan. Perdagangan pada akhir tahun umumnya ditandai dengan volume transaksi yang relatif terbatas, namun tetap berpotensi mengalami volatilitas.

Ke depan, arah pergerakan IHSG akan sangat ditentukan oleh sentimen awal tahun, ekspektasi kebijakan moneter, serta kinerja emiten pada kuartal pertama 2026. Investor diimbau untuk tetap mencermati fundamental dan menyesuaikan strategi investasi dengan kondisi pasar yang dinamis. (Sn)

Scroll to Top