New York | EGINDO.co – Perusahaan raksasa penimbun Bitcoin, Strategy, mempertahankan posisinya di Nasdaq 100 pada hari Jumat, melanjutkan kiprahnya selama setahun di indeks acuan tersebut di saat para analis mempertanyakan model bisnisnya.
Beberapa pengamat pasar berpendapat bahwa model bisnis Strategy yang inovatif dalam membeli dan menyimpan Bitcoin, yang telah melahirkan puluhan peniru, lebih menyerupai model bisnis reksa dana investasi.
Kekhawatiran telah meningkat mengenai keberlanjutan perusahaan perbendaharaan kripto, yang sahamnya terbukti sangat sensitif terhadap fluktuasi Bitcoin.
Nasdaq mengatakan Biogen, CDW Corporation, Globalfoundries, Lululemon Athletica, On Semiconductor, dan Trade Desk dikeluarkan dari indeks acuan bursa yang didominasi saham teknologi tersebut.
Pendatang baru termasuk Alnylam Pharmaceuticals, Ferrovial, Insmed, Monolithic Power Systems, Seagate Technology, dan Western Digital.
Strategy awalnya merupakan perusahaan perangkat lunak, MicroStrategy, tetapi beralih ke investasi bitcoin pada tahun 2020. Perusahaan ini dimasukkan ke dalam Nasdaq 100 pada Desember lalu di bawah subkategori teknologi indeks tersebut.
Penyedia indeks global MSCI juga telah menyatakan kekhawatiran tentang keberadaan perusahaan perbendaharaan aset digital dalam tolok ukurnya. MSCI akan memutuskan pada Januari apakah akan mengecualikan Strategy dan perusahaan serupa.
Perubahan Nasdaq diperkirakan akan berlaku pada 22 Desember. Indeks Nasdaq 100 melacak perusahaan non-keuangan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar yang terdaftar di bursa tersebut.
Sumber : CNA/SL