Puncak Rob Terjang Pesisir Jakarta, 12 Wilayah Siaga dan Layanan Publik Terdampak

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta membantu sejumlah warga terdampak banjir rob Muara Angke di Jalan Dermaga Ujung, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara (Foto: BPBD DKI)
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta membantu sejumlah warga terdampak banjir rob Muara Angke di Jalan Dermaga Ujung, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara (Foto: BPBD DKI)

Jakarta|EGINDO.co Pusat Peringatan Dini menyampaikan bahwa puncak gelombang pasang (rob) diperkirakan terjadi pada Jumat pagi (5/12/2025), memicu status siaga di 12 wilayah pesisir Jakarta. Kondisi tersebut mulai terasa sejak dini hari, terutama di kawasan pantai utara ibu kota.

Di Muara Angke, air laut telah meluap ke permukiman dan jalanan. Warga yang khawatir kendaraan mereka ikut terendam terpaksa memindahkan mobil dan motor ke area yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

Sementara itu, SPBU Marina Ancol menghentikan sementara pelayanan pengisian bahan bakar untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Tingginya genangan membuat akses menuju stasiun layanan tidak memungkinkan, sehingga operasional harus ditutup demi keselamatan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengaktifkan langkah mitigasi, termasuk mengoperasikan 600 unit pompa air di berbagai titik rawan serta menerapkan rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas warga. Petugas gabungan juga disiagakan untuk membantu evakuasi dan pengaturan arus kendaraan.

BMKG memproyeksikan bahwa potensi rob masih akan berlangsung hingga akhir Desember, terutama saat fase bulan purnama. Pada saat yang sama, curah hujan ekstrem diperkirakan mulai meningkat pada Januari 2026, sehingga risiko banjir rob dan genangan perlu terus diwaspadai.

Pemerintah mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk tetap waspada, memantau informasi resmi cuaca harian, dan mengamankan barang-barang penting untuk mengurangi potensi kerugian. (Sn)

Scroll to Top