IHSG Dibuka Melemah, Arus Modal Asing Tetap Menopang Pasar Saham

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jumat (21/11/2025), mengawali perdagangan dengan tren negatif, bergerak turun ke level 8.403,90 dibandingkan penutupan Kamis yang berada di 8.419,92. Meski dibuka tertekan, sejumlah analis menilai pelemahan ini masih bersifat terbatas.

BNI Sekuritas memperkirakan IHSG akan berfluktuasi dalam rentang support 8.360–8.400 dengan potensi penguatan menuju resistance 8.440–8.460 apabila sentimen pasar membaik. Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas melihat peluang indeks untuk kembali bertahan di atas level 8.400, ditopang oleh masuknya arus dana asing yang cukup signifikan.

Pada perdagangan Kamis, investor asing membukukan net buy sebesar Rp1,3 triliun, mendorong total net inflow November menjadi Rp11,2 triliun, dan akumulasi sejak Oktober mencapai Rp24,2 triliun. Arus modal masuk tersebut sebagian besar mengalir ke saham berkapitalisasi besar seperti BMRI, BBRI, dan BBCA, yang menjadi sasaran utama akumulasi pelaku pasar global.

Di sisi lain, pasar obligasi justru mencatat tekanan cukup dalam, dengan net outflow mencapai Rp83 triliun sejak September. Pelepasan obligasi oleh investor asing ini berkaitan erat dengan tekanan eksternal yang memengaruhi stabilitas rupiah, sehingga membuat imbal hasil obligasi domestik kurang atraktif dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, meskipun IHSG dibuka melemah, kuatnya minat investor asing di pasar saham memberikan harapan bahwa indeks masih memiliki ruang untuk kembali bergerak positif pada sesi-sesi selanjutnya. (Sn)

Scroll to Top