Jakarta | EGINDO.com – PT. Nindya Karya (Persero) menargetkan tahun 2026 mendatang laba bersih Rp225 M dan memproyeksikan laba bersih sebesar Rp 120 miliar hingga akhir tahun 2025. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Nindya Karya, Firmansyah, pada Senin, 17 November 2025 dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di gedung Senayan Jakarta.
Firmansyah memaparkan persero mencatat penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dalam pernyataannya, Firmansyah menjelaskan bahwa pada semester pertama tahun ini, laba bersih yang tercapai baru mencapai Rp 17 miliar, dengan prognosis untuk semester kedua sekitar Rp 103 miliar.
Adapun capaian total pendapatan usaha sepanjang tahun 2025 ditargetkan mencapai Rp 10,022 triliun, berdasarkan perolehan kontrak yang dihimpun tahun ini sebesar Rp 15,5 triliun. Untuk EBITDA, Nindya Karya mencatatkan Rp 132 miliar pada semester pertama, dengan estimasi meningkat menjadi Rp 295 miliar di semester kedua.
Secara keseluruhan, EBITDA tahun ini diperkirakan akan mencapai Rp 427 miliar. Selain itu, ekuitas perusahaan juga diharapkan tumbuh dari Rp 1,7 triliun hingga tambahan Rp 53 miliar pada semester kedua. Firmansyah menambahkan bahwa Nindya Karya terlibat dalam proyek ketahanan pangan, dengan total 37 proyek yang mencakup berbagai bendungan.
Untuk tahun depan katanya, perusahaan menargetkan laba bersih sebesar Rp 225 miliar, meningkat 87% dari tahun 2025, dan peningkatan kontrak tersedia sebesar 29%. Roadmap pengembangan bisnis Nindya Karya hingga 2026 mencakup proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN), seperti pembangunan delapan tower hunian untuk aparat sipil negara, yang masing-masing menawarkan 288 unit hunian.@
Bs/fd/timEGINDO.com