IHSG Melemah Tipis, Arus Dana Asing ke Saham Tetap Menguat Sepanjang November

Investor mengamati pergerakan harga saham pada salah satu platform di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Investor mengamati pergerakan harga saham pada salah satu platform di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan penurunan tipis sebesar 0,02 persen ke level 8.370. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp57 miliar. Beberapa saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi BRMS, FILM, ICBP, NCKL, dan KLBF.

Meskipun terjadi tekanan jual pada penutupan pekan, sepanjang November pasar saham justru mencatat arus masuk dana asing yang signifikan, yakni sebesar Rp7,5 triliun. Sebaliknya, pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) tercatat arus keluar dana asing senilai Rp5,5 triliun. Ekonom Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa investor lebih tertarik menempatkan dananya pada pasar saham karena prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai lebih positif. Sementara itu, kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan kondisi fiskal membuat minat investor terhadap SBN menurun.

Di sisi lain, para pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan digelar pada Rabu mendatang. Pada pertemuan sebelumnya di bulan Oktober, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen. Keputusan mendatang diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penentu arah pergerakan pasar dalam waktu dekat. (Sn)

Scroll to Top