Gedung Putih: Alibaba Bantu Militer China Bidik AS

Alibaba
Alibaba

Washington | EGINDO.co – Washington menuduh pasar daring Alibaba menyediakan dukungan teknologi untuk operasi militer Tiongkok terhadap target-target di Amerika Serikat, demikian laporan Financial Times pada Jumat (14 November), mengutip memo Gedung Putih.

Memo keamanan nasional tersebut mencakup intelijen rahasia tingkat tinggi yang telah dideklasifikasi tentang bagaimana kelompok Tiongkok tersebut memasok Tentara Pembebasan Rakyat dengan kemampuan yang diyakini Gedung Putih mengancam keamanan AS, lapor FT.

Laporan tersebut tidak merinci kemampuan atau operasi apa yang terlibat, atau apakah AS berusaha untuk merespons dengan cara apa pun.

Saham Alibaba yang diperdagangkan di AS turun 4,2 persen setelah berita tersebut.

“Pernyataan dan sindiran dalam artikel tersebut sepenuhnya salah,” kata Alibaba dalam sebuah pernyataan.

“Kami mempertanyakan motivasi di balik kebocoran anonim tersebut, yang diakui FT tidak dapat mereka verifikasi. Operasi PR jahat ini jelas berasal dari suara jahat yang ingin merusak kesepakatan dagang Presiden Trump baru-baru ini dengan Tiongkok.”

Kedutaan Besar Tiongkok di Washington membantah laporan tersebut, dan menyatakan bahwa Tiongkok menentang dan menindak segala bentuk serangan siber sesuai hukum.

“Tanpa bukti yang valid, AS langsung mengambil kesimpulan yang tidak berdasar dan membuat tuduhan yang tidak berdasar terhadap Tiongkok. Tindakan ini sangat tidak bertanggung jawab dan merupakan pemutarbalikan fakta yang lengkap. Tiongkok dengan tegas menentang hal ini,” ujar juru bicara kedutaan Liu Pengyu dalam sebuah pernyataan.

Gedung Putih menolak berkomentar.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top