Medan | EGINDO.com – Memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di wilayah Sumut untuk mengurangi risiko dan dampak bencana di seluruh daerah. “Bencana tidak bisa kita lawan dan tidak dapat kita prediksi, tetapi risiko dan dampaknya bisa kita kurangi dengan kesiapsiagaan, koordinasi, dan edukasi masyarakat,” kata Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung SE MM kepada EGINDO.com di Medan.
Untuk itu katanya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Sumatera Utara perlu berkomitmen dalam memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung SE MM, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Sumatera Utara Sumut mengatakan forum memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. “Forum menjadi ruang bersama bagi kita semua, pemerintah, relawan, kampus, pengusaha, dan media untuk bekerja sama membantu masyarakat agar lebih siap menghadapi bencana,” katanya menjelaskan.
Ditegaskannya forum akan bekerja secara inklusif, terbuka, dan partisipatif, dengan semangat membangun Sumatera Utara yang tangguh bencana. “Harapan kami, FPRB menjadi wadah yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena pengurangan risiko bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Bahdin juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan audiensi dengan Kepala BPBD Provinsi Sumatera Utara, sekaligus mengadakan orientasi pengurus dan penyusunan rencana kerja tahunan. Salah satu program prioritas adalah mendorong pembentukan FPRB di tingkat kabupaten/kota, sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan nasional penanggulangan bencana. “Setiap kabupaten dan kota seharusnya memiliki forum pengurangan risiko bencana sendiri. Tujuannya agar koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dapat berjalan lebih efektif, sehingga upaya mitigasi bencana bisa dilakukan sejak dini,” katanya menegaskan.
Kemudian diingatkannya bahwa masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem di penghujung tahun 2025, yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah. “Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat bepergian atau beraktivitas di daerah rawan bencana. Mari bersama-sama kita tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan agar risiko bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Bahdin juga bersama pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Sumatera Utara, M Hendra Ramli ST, Dr Sujat Harto, Dr Yanhar MAP, Abdul Azis, Benny YP, Roni Nasution, dan Maman N pada Minggu (8/11/2025) melakukan peninjauan sekretariat FPRB di Jalan STM Ujung, Medan.
Peninjauan sekretariat itu sebagai momentum awal bagi FPRB Sumatera Utara dalam menyiapkan langkah konkret dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.34/735/KPTS/2025 tentang pembentukan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Sumatera Utara periode 2025-2028.@
Fd/timEGINDO.com