Beijing | EGINDO.co – Tiongkok menjatuhkan hukuman mati kepada lima orang pada Selasa (4 November) atas keterlibatan mereka dalam geng kriminal yang melakukan operasi penipuan di wilayah Kokang, Myanmar, di sepanjang perbatasan, lapor media pemerintah.
Kamp-kamp penipuan telah menjamur di wilayah perbatasan Myanmar yang tidak memiliki hukum, dikelola oleh orang asing—banyak di antaranya warga negara Tiongkok—yang sering mengaku telah diperdagangkan dan dipaksa menipu orang secara daring, bagian dari industri gelap bernilai miliaran dolar.
Beijing telah meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara dalam beberapa bulan terakhir untuk menindak kompleks-kompleks tersebut, dan ribuan orang telah dipulangkan ke Tiongkok.
Kejahatan kelima orang yang dijatuhi hukuman pada Selasa telah menyebabkan “kematian enam warga negara Tiongkok, bunuh diri seorang warga negara Tiongkok, dan cedera pada beberapa orang lainnya”, demikian dilaporkan kantor berita resmi Xinhua, mengutip pengadilan di kota Shenzhen, Tiongkok selatan.
“Para penjahat tersebut diketahui telah membangun 41 kompleks di wilayah Kokang,” kata Xinhua, menambahkan bahwa kegiatan mereka meliputi “penipuan telekomunikasi, mengoperasikan tempat perjudian, pembunuhan berencana, mengorganisir dan memaksa prostitusi (dan) mengorganisir orang lain untuk melintasi batas negara secara ilegal”.
Pengadilan Shenzhen juga menjatuhkan hukuman mati kepada dua terdakwa lainnya dengan penangguhan hukuman dua tahun—putusan yang seringkali berujung pada hukuman penjara seumur hidup.
Lima terdakwa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, sementara sembilan lainnya dijatuhi hukuman mulai dari tiga hingga 20 tahun.
Pada bulan April, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa geng-geng Tiongkok dan Asia Tenggara meraup puluhan miliar dolar per tahun melalui pusat-pusat penipuan siber.
Industri ini menyebar ke Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Eropa, dan beberapa Kepulauan Pasifik, menurut Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan.
PBB memperkirakan bahwa ratusan ribu orang bekerja di pusat-pusat penipuan di seluruh dunia.
Pada akhir September, pengadilan Tiongkok menjatuhkan hukuman mati kepada 16 anggota geng keluarga yang beroperasi di Kokang – lima di antaranya dengan penangguhan hukuman dua tahun.
Sumber : CNA/SL