Perusahaan Baterai China Batalkan Rencana Pabrik EV US$ 2,4 Miliar di Michigan

China Batalkan Rencana Pabrik EV di Michigan
China Batalkan Rencana Pabrik EV di Michigan

Washington | EGINDO.co – Anak perusahaan produsen baterai Tiongkok, Gotion, telah membatalkan rencana pembangunan pabrik material baterai kendaraan listrik senilai US$2,4 miliar di Michigan, ungkap pejabat negara bagian, Kamis (23 Oktober).

Proyek yang pertama kali diumumkan pada Oktober 2022 ini diharapkan akan menciptakan 2.350 lapangan kerja, tetapi menuai reaksi politik atas kepemilikan Gotion oleh Tiongkok. Michigan Economic Development Corporation (MEDC) mengatakan belum ada satu pun hibah negara bagian senilai US$125 juta yang dicairkan dan akan meminta pengembalian US$23,6 juta lainnya yang digunakan untuk mendanai pembelian properti tersebut.

Volkswagen Jerman, yang memiliki sekitar 30 persen saham Gotion High-Tech, merupakan pemegang saham terbesar perusahaan tersebut. Namun, anggota parlemen AS berpendapat bahwa Beijing masih menjalankan “kendali efektif” melalui investor-investor Tiongkok.

Perusahaan Memperdebatkan Klaim Pengabaian

Dalam surat kepada MEDC yang dilihat oleh Reuters, pengacara Gotion menolak klaim bahwa perusahaan telah mengabaikan proyek tersebut, menyebutnya “sama sekali tidak benar”. Namun, surat tersebut mengakui bahwa karena “serangan terus-menerus” dan penentangan dari Green Township, perusahaan akan menangguhkan pekerjaan selama enam bulan untuk “melakukan diskusi terbuka dan jujur ​​tentang kelayakan proyek dan rencana jangka panjang untuk lokasi ini.”

Negara bagian sebelumnya telah memperingatkan Gotion bahwa mereka telah gagal memenuhi perjanjian hibahnya karena tidak ada aktivitas yang terjadi di lokasi tersebut selama lebih dari 120 hari. Perusahaan telah diberi waktu 30 hari untuk menanggapi.

Penolakan Politik dan Pergeseran Pasar Kendaraan Berkendara

Gotion mengajukan gugatan pada Maret 2024 terhadap Green Township karena diduga melanggar perjanjian yang mengizinkan pembangunan pabrik. Rencana perusahaan juga mendapat sorotan karena antusiasme AS terhadap kendaraan listrik memudar, yang mendorong produsen mobil untuk menunda atau membatalkan proyek menyusul perubahan kebijakan oleh pemerintahan Trump.

Anggota DPR John Moolenaar, seorang Republikan Michigan yang memimpin komite kongres tentang Tiongkok, menyambut baik penarikan dukungan negara. “Ini adalah kemenangan bagi transparansi dan keamanan nasional,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa subsidi federal seharusnya tidak mendukung perusahaan baterai yang berafiliasi dengan Tiongkok.

Volkswagen dan Gotion tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top