Kemenperin Perkuat Transformasi Industri Plastik untuk Inovasi dan Lingkungan

Pameran Allpack Indonesia 2025 yang terselenggara di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/10/2025)
Pameran Allpack Indonesia 2025 yang terselenggara di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/10/2025)

Jakarta|EGINDO.co Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong transformasi sektor industri plastik nasional ke arah yang lebih inovatif, efisien, dan ramah lingkungan. Pernyataan ini disampaikan oleh Sopar Halomoan Sirait, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Sopar mengungkapkan bahwa sejak tahun 2004, industri plastik nasional telah melalui perjalanan panjang. Saat ini, sektor ini berperan sangat penting dalam mendukung kebutuhan berbagai sektor industri di dalam negeri. “Sektor industri komersial menyumbang sekitar 40 persen dari total produksi plastik nasional, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 4 persen per tahun,” ujar Sopar.

Lebih lanjut, pada tahun 2022, total produksi plastik nasional tercatat mencapai 37,3 juta unit dengan dukungan oleh 354 perusahaan industri plastik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Angka ini menunjukkan kapasitas besar sektor ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru. Sopar berharap para pelaku industri terus melakukan inovasi dengan mengembangkan produk plastik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan pengurangan dampak pencemaran plastik, Kemenperin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga riset. Tujuannya untuk memperkuat riset serta pengembangan material alternatif yang dapat menggantikan plastik konvensional — seperti bioplastik atau bahan hasil daur ulang bernilai tinggi.

Diketahui, pameran internasional terbesar di Asia Tenggara, Allpack Indonesia 2025, resmi dibuka dan berlangsung pada 21–24 Oktober 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran ini menampilkan beragam inovasi lintas sektor dalam industri kemasan, plastik, pengolahan, percetakan, daur ulang, dan farmasi.

Dalam sambutannya, Daud D. Salim, CEO penyelenggara, menyatakan bahwa acara ini tidak hanya mengedepankan nilai bisnis tetapi juga dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi dan teknologi yang dihadirkan … membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Menurut media, pameran Allpack Indonesia 2025 menampilkan lebih dari 1.500 peserta dari 30 negara dan menargetkan lebih dari 50.000 pengunjung profesional dari 54 negara.

Dengan seluruh langkah tersebut, Kemenperin menegaskan bahwa transformasi industri plastik bukan sekadar soal meningkatkan volume produksi, tetapi juga soal peningkatan nilai tambah, efisiensi produksi, dan keberlanjutan lingkungan.

Sumber: rri.co.id/Sn

Scroll to Top