Medan | EGINDO.com – Angka-angka yang dimasukkan dalam anggaran harus dapat dicapai dan sesuai kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar keinginan atau target yang terlalu optimis. Prinsip dasar budget, setiap angka, asumsi, dan alokasi biaya yang tercantum dalam budget harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara data, logika, maupun dokumen pendukung.
Hal itu dikatakan Soemanto Sastro, seorang praktisi perkebunan berpengalaman yang membongkar rahasia penyusunan budget Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berdasarkan praktik terbaik di lapangan yang digelar Forum Kepala Tata Usaha (KTU) Indonesia pada Sabtu dan Minggu 18 hingga 19 Oktober 2025 dalam Training Online; Pengenalan Dasar Penyusunan Budget PKS di Perkebunan Kelapa Sawit.
Soemanto Sastro mengatakan pentingnya data yang akurat sebagai aspek pendukung yakni dari dasar perencanaan biaya yang realistis dengan menyiapkan data historis yang akurat dengan standar perhitungan biaya pengoperasian, untuk menghindari pembuatan estimasi biaya yang keliru, karena tanpa data yang akurat maka pembuatan budget akan tidak tepat sasaran. “Dengan perencanaan managemen resiko yang lebih baik maka dapat dihindarkan potensi resiko keuangan yang tidak dibudgetkan untuk pengeluaran yang tidak terduga. Proses Data yang akurat wajib melibatkan semua departemen sehingga budget yang kita buat mencerminkan kebutuhan sesuai dengan kondisi rill yang ada,” katanya.
Training Online: Pengenalan Dasar Penyusunan Budget PKS di Perkebunan Kelapa Sawit yang dilaksanakan Forum KTU Indonesia juga didukung oleh mySAP365 & LAT Trisakti itu diikuti sebanyak 32 orang peserta dari perkebunan sawit yang ada di Indonesia dan bahkan ada peserta warga negara Indonesia yang saat ini sedang bekerja di perkebunan di Negara Tanzania sangat interaktif para peserta dengan narasumber.
Dipaparkan Soemanto Sastro penyusunan budget pabrik di perkebunan kelapa sawit bahwa budget pabrik adalah perhitungan rencana biaya untuk mendukung seluruh kegiatan di pabrik mulai dari proses pengolahan, maintenance mesin dan alat-alat penunjang yang disusun berdasarkan sumber daya yakni tenaga kerja, alat dan bahan serta service maintenance, juga harga input tertentu, dengan tujuan mencapai target produksi secara efisien dan berkelanjutan. “Pentingnya budget sebagai pendahuluan untuk alat perencanaan, mengendalikan biaya operasional, menjamin ketersediaan input tepat waktu, meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Kemudian sebagai alat evaluasi kinerja, meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, mendukung pengambilan keputusan manajemen. mengantisipasi risiko dan perubahan,” kata Soemanto Sastro menjelaskan.
Dipaparkannya tentang manfaat budget sebagai pendahuluan untuk perencanaan keuangan lebih terarah. Pengendalian pengeluaran agar lebih efisien, sebagai alat untuk mengukur kinerja operation. Peningkatan komunikasi dan koordinasi kerja, alat ukur keberhasilan kegiatan financial.
Hal yang paling penting katanya penyusunan budget pabrik yang baik harus berbasis data, realistis, efisien, fleksibel, dan terukur serta partisipatif. “Budget bukan hanya dokumen angka, tetapi alat manajemen strategis untuk mengendalikan biaya, meningkatkan produktivitas, dan menjaga profitabilitas perusahaan,” kata Soemanto Sastro menegaskan.
Sementara itu Marvell C Siregar didampingi Syahri Rahmadani Lubis, pendukung Forum KTU Indonesia mengatakan para peserta training yakni para Kasie, KTU, Koordinator KTU, Asisten Mill Manager, Mill Manager juga diikuti dari peserta yan telah pernah mengikuti di training online yang diselenggarakan oleh Forum KTU Indonesia seperti pengenalan dasar penyusunan budget kebun dan training online pengenalan dasar perpajakan di perkebunan kelapa sawit.@
Fd/timEGINDO.com