Washington|EGINDO.co Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa langkah diplomasi berikutnya akan difokuskan untuk mengakhiri konflik antara Rusia dan Ukraina. Pernyataan ini disampaikan setelah ia berhasil memediasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, yang disebut sebagai terobosan penting menuju stabilitas di Timur Tengah.
Dalam keterangan resminya pada Senin (13/10/2025), Trump mengungkapkan bahwa tahap pertama gencatan senjata di Gaza hampir rampung. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Hamas telah membebaskan 20 sandera asal Israel yang masih hidup, sedangkan pihak Israel melepas hampir 2.000 tahanan Palestina. Ia menyebut hasil itu sebagai “permulaan dari babak baru perdamaian.”
Setelah pencapaian tersebut, Trump mengalihkan perhatian ke Eropa Timur. Ia dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Washington pada Jumat (17/10/2025) guna membahas langkah-langkah strategis menuju penghentian perang Rusia–Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Zelenskyy dikabarkan akan membawa usulan bertahap untuk mencapai perdamaian jangka panjang.
Dalam pidatonya di parlemen Israel, Trump menegaskan bahwa misi perdamaiannya belum berakhir. “Kita telah memulai di Gaza, dan kini kita harus menyelesaikan Rusia,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa setelah itu, dirinya berharap dapat membuka jalur diplomasi baru dengan Iran guna menekan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, peluang Trump untuk menengahi konflik Rusia–Ukraina masih menghadapi rintangan besar. Kremlin hingga kini menolak negosiasi langsung dengan Zelenskyy, meski Trump telah menawarkan diri sebagai mediator. Pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya hanya terjadi satu kali di Alaska pada Agustus lalu, tanpa menghasilkan kesepakatan konkret.
Sejumlah pejabat di Washington menyebut bahwa pemerintahan Trump tengah menyiapkan rencana diplomatik baru yang mencakup penghentian sementara serangan militer di Ukraina sebagai titik awal menuju perundingan damai. Namun, analis politik menilai keberhasilan Trump akan sangat bergantung pada kesediaan Moskow dan Kyiv untuk menurunkan tensi militer di lapangan.
Zelenskyy menyambut baik keberhasilan Trump dalam memfasilitasi kesepakatan di Gaza, dengan menyebutnya sebagai contoh bahwa diplomasi masih dapat menghasilkan hasil nyata. Ia menegaskan bahwa keberhasilan di Timur Tengah bisa menjadi inspirasi bagi penyelesaian konflik di Eropa. Menurutnya, agresi Rusia merupakan faktor utama ketidakstabilan global yang harus segera diakhiri.
Sementara itu, pengamat internasional menilai bahwa kesuksesan Trump dalam perundingan Gaza memberi dorongan bagi peran Amerika Serikat di kancah global. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa jalan menuju perdamaian Rusia–Ukraina kemungkinan akan lebih panjang dan kompleks dibandingkan proses di Timur Tengah.
Sumber: rri.co.id/Sn