Medan | EGINDO.com – PALMEX Medan 2025 digelar dengan pameran yang berlangsung dari 7 hingga 9 Oktober 2025 di Santika Dyandra Premiere & Convention Hotel, Medan Provinsi Sumatera Utara bagi penyedia teknologi, pemilik perkebunan, penyulingan, dan pemangku kepentingan industri untuk berjejaring, bertukar wawasan, dan mengeksplorasi peluang bisnis baru.
Pameran yang dibuka secara resmi oleh Ketua KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara, dalam sambutannya mengatakan, sektor perkebunan budidaya kelapa sawit merupakan penyumbang terbesar dalam pergerakan perekonomian di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Hal itu terlihat dari data tahun 2023 mengenai provinsi yang menjadi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Seperti Riau dengan volume produksi sebesar 8,79 juta ton, sekitar 18,7% dari total produksi nasional; Kalimantan Tengah dengan volume produksi 8,55 juta ton (18,2%).
Kemudian Kalimantan Barat dengan volume produksi 5,29 juta ton (11,3%); Sumatera Utara dengan volume produksi 5,02 juta ton (10,7%); Kalimantan Timur dengan volume produksi 4,22 juta ton (9%); Sumatera Selatan dengan volume produksi 4,12 juta ton (8,8%); Jambi dengan volume produksi 2,53 juta ton (5,4%); Sumatera Barat dengan volume produksi 1,42 juta ton ( 3%); Kalimantan Selatan dengan volume produksi 1,33 juta ton (2,8%) dan Aceh dengan volume produksi 1,01 juta ton atau sekitar 2,1% dari total produksi nasional.
Firsal mengatakan, praktik yang lebih berkelanjutan dalam produksi minyak sawit yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial perlu untuk didukung. “Prinsip yang berkelanjutan serta energi terbarukan terus kami sampaikan kepada para pengusaha di Sumatera Utara khususnya dari kalangan pengusaha kelapa sawit agar target pemerintah net zero carbon dapat tercapai,” katanya.

PALMEX Medan 2025 dengan tema “Technology. Traceability. Transformation: Future-Proofing Palm Oil in North Sumatra”. Acara yang mempertemukan lebih dari 250 peserta pameran dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Jerman, India, Korea, Cina, dan sekitarnya, menampilkan inovasi mutakhir untuk rantai nilai minyak sawit global.
Dari 250 peserta pameran Sinarmar Agribusiness and food melalui Dami Mas yang memproduksi benih kelapa sawit turut memamerkan hasil teknologi benihnya dengan motto hasil yang luar biasa bermula dari awal yang baik. Dami Mas High Quuality Oil Palm Seeds tampilkan benih masa depan yang tahan terhadap serangan Ganoderma di lahan kelapa sawit.
PALMEX Medan 2025 digelar dengan pameran yang berlangsung dari 7 hingga 9 Oktober 2025 di Santika itu dihadiri CEO of Fireworks Trade Media Group, Mr. Kenny Yong; Prof Dr Ir Bungaran Saragih MEc selaku Chairman of the Board of Trustees Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI); Dr M Windrawan Inantha selaku Deputy Director – Market Transformation (Indonesia), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kemudian Sahat M. Sinaga, Chairman Indonesian Palm Oil Board (IPOB); Ernest Gunawan, Secretary General Indonesia Biofuel Producer Association (APROBI); para delegasi para perusahaan dan undangan lainnya.@
Fd/timEGINDO.com