Jakarta|EGINDO.co Pemerintah melaporkan bahwa hingga Agustus 2025, penerimaan pajak sebesar Rp1.135,4 triliun, yang hanya mencapai 54,7% dari proyeksi tahunan, mengalami penurunan 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1.196,5 triliun. Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (22/9/2025).
Empat komponen utama penerimaan pajak dirinci sebagai berikut:
-
PPh Badan tercatat Rp194,2 triliun, turun sekitar 8,7% dari tahun lalu;
-
PPh Orang Pribadi sebesar Rp15,91 triliun, meningkat 39,1%;
-
PPN dan PPnBM sebesar Rp416,49 triliun, turun 11,5%;
-
PBB mencapai Rp14,17 triliun, naik sekitar 35,7%.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa pendapatan negara secara keseluruhan sampai Agustus mencapai Rp1.638,7 triliun, atau sekitar 57,2% dari outlook APBN senilai Rp2.865,5 triliun. Namun dibanding periode sama tahun lalu, pendapatan tersebut turun 7,8%.
Sementara itu, belanja negara mengalami kenaikan tipis 1,5% menjadi Rp1.960,3 triliun, dari persentase pencapaian 55,6% dari outlook. Akibat semua ini, defisit APBN sampai Agustus berada di angka Rp321,6 triliun, atau setara 1,35% dari PDB. Meski begitu, keseimbangan primer tetap positif, tercatat surplus sekitar Rp22 triliun, lebih baik dibanding outlook awal yang memproyeksikan keseimbangan primer defisit sekitar Rp109,9 triliun.
Sumber dari media lain:
Reuters melaporkan bahwa dari Januari sampai Agustus 2025, Indonesia mengalami defisit anggaran Rp321,6 triliun, atau sekitar 1,35% dari PDB. Pendapatan negara turun sekitar 7,8% dibanding tahun sebelumnya, sementara belanja naik 1,5%. Reuters juga mencatat bahwa pemerintah berencana mempercepat belanja hingga akhir tahun untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 5,2%.
ANTARA News menegaskan bahwa serapan penerimaan pajak sampai Agustus 2025 terkoreksi 5,1%, dengan realisasi pajak Rp1.135,4 triliun, atau sekitar 54,7% dari outlook. Selain pajak, penerimaan bukan pajak (PNBP) tercatat turun signifikan, sementara penerimaan dari kepabeanan dan cukai tumbuh 6,4%.
Sumber: Bisnis.com/Sn