Forum KTU Indonesia, Wadah Silaturahmi, Profesionalisme Pengelola Administrasi Perkebunan Kelapa Sawit

Marvell C. Siregar, Surya Nugraha Siregar dan Syahri Rahmadani Lubis penggagas Forum KTU Indonesia
Marvell C. Siregar, Surya Nugraha Siregar dan Syahri Rahmadani Lubis penggagas Forum KTU Indonesia

Medan | EGINDO.com – Forum Kepala Tata Usaha (KTU) Indonesia merupakan sebuah wadah komunikasi baru bagi para Kepala Tata Usaha (KTU) perkebunan kelapa sawit di Indonesia agar semakin professional dalam menjalankan tugas dan fungsinya guna menjadikan produk kelapa sawit Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal itu dikatakan seorang penggagas Forum KTU Indonesia, Marvell C. Siregar kepada EGINDO.com didampingi Surya Nugraha Siregar dan Syahri Rahmadani Lubis pada Minggu (21/9/2025) di Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Dijelaskannya Forum KTU Indonesia terbentuknya forutm tersebut melalui WAG Forum KTU Indonesia. “Forum ini berawal dari grup WhatsApp yang digagas pada 23 Agustus 2025 oleh Marvell C. Siregar bersama Surya Nugraha Siregar dan Syahri Rahmadani Lubis dimana Forum KTU Indonesia ini memiliki visi menjadi wadah profesional KTU Indonesia yang unggul, solid, dan berintegritas dalam mendukung kemajuan organisasi dan bangsa,” kata Marvell C. Siregar.

Adapun misi yang diemban kedepannya katanya pertama membangun jaringan komunikasi, kolaborasi, dan solidaritas antar KTU se-Indonesia, Kedua meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan etika kerja KTU melalui berbagi ilmu dan pengalaman. Ketiga mendorong inovasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam tata kelola administrasi dan manajemen dan keempat menjadi mitra strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang efektif, efisien, dan berdaya saing.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Surya Nugraha Siregar mengatakan Forum KTU Indonesia hadir untuk menampung para KTU yang berkiprah di perusahaan perkebunan kelapa sawit, baik di dalam negeri maupun mancanegara. “Hingga saat ini, grup WhatsApp Forum KTU Indonesia telah beranggotakan sekitar 363 orang, yang berasal dari beragam perusahaan perkebunan kelapa sawit, baik di unit kebun (estate) maupun pabrik kelapa sawit (PKS). Kehadiran forum ini turut mendapat dukungan penuh dari para tokoh senior yang berpengalaman di industri sawit, seperti Soemanto Sasto dan Edward Simatupang, yang mendorong pengembangan forum ini agar lebih bermanfaat bagi anggotanya,” kata Surya Nugraha Siregar menjelaskan.

Sedangkan Syahri Rahmadani Lubis menambahkan  selain menjadi ruang diskusi, Forum KTU Indonesia juga difungsikan sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang administrasi perkebunan. Untuk itu sejumlah program telah dirancang. Pertama Forum Group Discussion (FGD): Membahas kendala operasional administrasi di kebun dan pabrik kelapa sawit (PKS). Kedua, Pelatihan Daring: Menyelenggarakan training online sesuai kebutuhan anggota. Ketiga, Kesempatan Kerja: Membantu anggota yang tengah mencari pekerjaan di sektor Perkebunan khususnya posisi KTU dan keempat Silaturahmi: Menggelar pertemuan tatap muka atau kopdar sesuai lokasi kerja anggota.

“Sebagai wujud implementasi dari program kerja, Forum KTU Indonesia maka pada 23 hingga 24 September 2025 kita menggelar kegiatan Training Online “Pengenalan Dasar Penyusunan Budget Kebun di Perkebunan Kelapa Sawit”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Soemanto Sasto, seorang praktisi senior perkebunan yang telah lama memahami operasional perkebunan kelapa sawit. Training ini diikuti oleh 65 peserta yang antusias menambah pengetahuan, pemahaman, dan wawasan khususnya dalam penyusunan budget kebun. Melalui pelatihan tersebut, forum berharap dapat meningkatkan kompetensi para KTU sehingga tercipta kesamaan persepsi dalam menghadapi permasalahan di lapangan,” kata Syahri Rahmadani Lubis.

Marvell C. Siregar, Surya Nugraha Siregar dan Syahri Rahmadani Lubis optimis dengan terbentuknya Forum KTU Indonesia yang menaungi ratusan anggota, para pengelola administrasi di sektor kelapa sawit diharapkan dapat memperluas wawasan, saling bertukar informasi, serta memperkuat jejaring profesional. “Forum ini juga menargetkan kegiatan pelatihan daring dapat dilaksanakan secara rutin untuk mendukung peningkatan kualitas SDM perkebunan sawit di Indonesia khususnya KTU,” katanya menegaskan.@

fd/timEGINDO.com

Scroll to Top