Jakarta|EGINDO.co Harga emas dunia kembali melemah dalam perdagangan Jumat pagi ini menyusul penguatan signifikan dolar AS. Pasar menangkap sinyal kehati-hatian dari Federal Reserve (The Fed) dalam mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut, yang mendukung nilai dolar dan menjadi tekanan bagi emas yang dihargai dalam mata uang tersebut.
Pada pukul sekitar 07.29 WIB, emas spot diperdagangkan di kisaran US$3.637 per troy ounce, turun sekitar 0,17%. Koreksi ini memperdalam penurunan seiring respons pasar atas sikap The Fed pasca-pertemuan kebijakan bulan September, yang dianggap kurang dovish.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa inflasi tetap menjadi perhatian utama, terutama yang bersumber dari tarif impor, dan bahwa keputusan suku bunga akan dibuat berdasarkan kondisi dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Di sisi lain, pasar swap saat ini memproyeksikan kemungkinan paling tidak satu kali penurunan suku bunga tambahan sebelum tutup tahun.
Meskipun menghadapi tekanan jangka pendek, emas mencatat kenaikan luar biasa sekitar 39-40% sepanjang tahun ini, melebihi performa indeks S&P 500. Deutsche Bank misalnya, merevisi ramalan harga emas rata-rata tahun depan menjadi sekitar US$4.000 per ounce, bersandar pada permintaan kuat dari bank sentral, kemungkinan pelemahan dolar, dan kemungkinan kembalinya siklus pelonggaran suku bunga oleh The Fed.
Media Bloomberg juga menyebut bahwa emas sempat menembus level tertinggi baru, didorong oleh harapan pasar terhadap pemangkasan bunga AS.
Di dalam negeri, dinamika kebijakan lokal dan global turut mempengaruhi persepsi terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Ketidakpastian politik, baik terkait independensi bank sentral maupun intervensi pemerintah dalam kebijakan fiskal dan moneter, ikut memperkuat daya tarik emas.
Pada penutupan perdagangan Kamis di New York, emas turun sekitar 0,4%, menyentuh US$3.645,39 per troy ounce. Sementara itu, indeks dollar spot mengalami penguatan. Untuk komoditas lain, perak dan platinum menunjukkan penguatan, paladium melemah, dan tembaga serta beberapa logam dasar lainnya seperti seng, nikel, dan timah mengalami koreksi.
Meski demikian, emas sempat bergerak ke zona hijau dalam sesi Jumat pagi. Pada pukul sekitar 08.17 WIB, perdagangan spot menunjukkan kenaikan sekitar 0,12% ke level US$3.648,52 per ons.
Sumber: Bisnis.com/Sn