Sydney | EGINDO.co – Bank sentral Australia sedang menjajaki bagaimana teknologi baru seperti kecerdasan buatan dapat memengaruhi perekonomian, dengan kemungkinan implikasi terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja, ujar gubernurnya pada hari Rabu.
Dalam pidatonya di Perth, Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Michele Bullock mengatakan terdapat banyak ketidakpastian tentang bagaimana perubahan teknologi akan memengaruhi perekonomian, tetapi para pembuat kebijakan perlu mewaspadai berbagai kemungkinan dampaknya.
“Perubahan teknologi selalu membentuk kembali pasar tenaga kerja, dan AI tidak terkecuali,” kata Bullock. “Meskipun banyak pakar mengantisipasi peningkatan lapangan kerja, kemungkinan peningkatan tersebut akan lebih bernuansa: beberapa peran akan didefinisikan ulang, peran lainnya mungkin tergantikan, dan peran yang sama sekali baru akan diciptakan.”
Ia menambahkan bahwa bank sentral sendiri telah meningkatkan kemampuan AI-nya dengan mengakuisisi unit pemrosesan grafis (GPU) kelas enterprise pertama, yang akan memungkinkannya mengembangkan perangkat analitis berbasis AI.
“Yang jelas, kami tidak menggunakan AI untuk merumuskan atau menetapkan kebijakan moneter atau kebijakan lainnya,” kata Bullock.
“Sebaliknya, kami ingin memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat dampak upaya staf di bidang-bidang seperti penelitian dan analisis.”
Sumber : CNA/SL