Beijing | EGINDO.co – Tiongkok melakukan uji coba pertamanya pada hari Rabu (6 Agustus) atas wahana pendarat bulan yang diharapkan akan menempatkan orang Tiongkok pertama di bulan sebelum tahun 2030, ungkap program antariksa berawak negara tersebut.
Sistem pendakian dan penurunan wahana pendarat tersebut menjalani verifikasi komprehensif di sebuah lokasi di Provinsi Hebei yang dirancang untuk mensimulasikan permukaan bulan. Permukaan uji coba tersebut dilapisi khusus untuk meniru reflektivitas tanah bulan, serta dilapisi bebatuan dan kawah.
“Uji coba ini melibatkan berbagai kondisi operasional, periode pengujian yang panjang, dan kompleksitas teknis yang tinggi, menjadikannya tonggak penting dalam pengembangan program eksplorasi bulan berawak Tiongkok,” ujar China Manned Space (CMS) dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs webnya pada hari Kamis.
Wahana pendarat bulan, yang dikenal sebagai Lanyue, yang berarti “merangkul bulan” dalam bahasa Mandarin, akan digunakan untuk mengangkut astronot antara orbit bulan dan permukaan bulan, serta berfungsi sebagai ruang hidup, sumber daya, dan pusat data setelah mereka mendarat di bulan, tambah CMS.
Tiongkok merahasiakan detail program pendaratan berawak di bulan, tetapi pengungkapan uji coba ini muncul di saat Amerika Serikat berupaya menghambat kemajuan pesat program luar angkasa Tiongkok.
NASA berencana mengirimkan astronot mengelilingi bulan dan kembali pada April 2026 untuk program Artemis, dengan misi pendaratan di bulan berikutnya setahun kemudian.
Misi tanpa awak Tiongkok ke bulan dalam lima tahun terakhir telah memungkinkan negara tersebut menjadi satu-satunya negara yang mengambil sampel bulan dari sisi dekat dan jauh bulan.
Misi-misi tersebut telah menarik minat Badan Antariksa Eropa, universitas-universitas yang didanai NASA, dan badan-badan antariksa nasional dari Pakistan hingga Thailand.
Pendaratan berawak yang berhasil sebelum tahun 2030 akan mendorong rencana Tiongkok untuk membangun “model dasar” Stasiun Penelitian Bulan Internasional pada tahun 2035. Pangkalan berawak ini, yang dipimpin oleh Tiongkok dan Rusia, akan mencakup reaktor nuklir di permukaan bulan sebagai sumber daya.
Sumber : CNA/SL