Diduga Pemimpin Geng Perampok Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi KL

Pemimpin Geng Perampok Tewas ditembak Polisi
Pemimpin Geng Perampok Tewas ditembak Polisi

Kuala Lumpur | EGINDO.co – Polisi Malaysia pada Rabu (6 Agustus) menembak mati seorang pria di Kuala Lumpur yang diduga sebagai pemimpin geng di balik serangkaian perampokan di seluruh negeri.

Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Bukit Aman, Fadil Marsus, mengatakan kepada media lokal bahwa baku tembak dengan tersangka terjadi sekitar pukul 04.10 pagi di Jalan Bukit Tunku.

Area tersebut terletak sekitar 9 km dari Menara Kembar Petronas yang terkenal.

“Polisi sedang memantau tersangka berusia 36 tahun, yang memiliki catatan 44 pelanggaran sebelumnya termasuk perampokan, kejahatan kekerasan, pembobolan rumah, dan pelanggaran terkait narkoba,” kata Fadil seperti dikutip oleh New Straits Times.

Ia menambahkan bahwa tersangka diyakini berada di balik beberapa kasus pembobolan rumah dan perampokan di Kuala Lumpur, Selangor, dan Perak sejak 2024, dengan total kerugian lebih dari RM1 juta (US$237.000).

Baku tembak dini hari terjadi setelah polisi menangkap tersangka, yang diduga sedang melakukan pengintaian terhadap rumah-rumah yang berpotensi dirampok.

Dia melepaskan tembakan ke arah polisi, memaksa petugas (polisi) untuk membalas tembakan sebagai bentuk pembelaan diri,” kata Fadil.

Tersangka mengendarai mobil BMW, yang kemudian diketahui memiliki plat nomor palsu. Mobil tersebut juga diyakini telah diselundupkan dari luar negeri.

Sebuah revolver, peralatan antibobol, dan rompi polisi disita dalam penggeledahan mobil tersangka.

Penyelidikan awal oleh kepolisian Kuala Lumpur menemukan bahwa komplotan yang dipimpin tersangka sebelumnya menyamar sebagai polisi, menyasar bisnis dan rumah-rumah dengan brankas, emas batangan, dan uang tunai. Komplotan ini juga diyakini terlibat dalam operasi perdagangan narkoba.

Polisi masih mencari anggota komplotan lainnya, dengan “puluhan” anggota yang berpotensi masih buron.

Bulan lalu, mantan kepala polisi Kuala Lumpur Rusdi Isa meyakinkan publik bahwa ibu kota Malaysia masih aman meskipun terjadi dua penembakan fatal di sana dalam rentang empat hari.

Rusdi, yang kini menjabat sebagai direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Bukit Aman, mengatakan bahwa penembakan di Cheras dan Brickfields tidak boleh digunakan sebagai bukti yang menunjukkan kondisi tidak aman di Kuala Lumpur.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top